Rabu, 19 November 2008

Waspadai 7 Penyakit Kronis dalam Berbisnis

Tanpa disadari pengusaha di bidang selular kerap terjangkit 7 penyakit. Jangan dianggap sepele, karena ini bisa mengancam kelangsungan usaha Anda. Waspadai ketujuh gejala tersebut dan temukan solusinya.


Pengusaha outlet kerap menghadapi permasalahan berupa penyakit yang menyerang usahanya. Penyakit ini terkadang dianggap sepele, tetapi banyak yang menyebabkan matinya usaha. Ketujuh penyakit tersebut diantaranya, tuli, muntah, mencret, kurap, batuk, kutil dan campak. Tapi meskipun ada pengusaha outlet yang menderita penyakit ini tetapi dapat besar dan sukses, namun umumnya mengalami banyak permasalahan.

Tujuh penyakit tersebut sebetulnya berkaitan dengan masalah fungsi manajemen, yakni masalah pemasaran (Tuli, mencret, muntah), produk (Kurap dan batuk), organisasi (Kutil), dan keuangan (Campak).

Mungkin Anda sedikit bingung, apa hubungan pemasaran, produk, organisasi dan keuangan dengan penyakit tuli, mencret, muntah, kurap, batuk, kutil dan campak, ya? Simak tujuh poin berikut, dan temukan jawabannya.

1. Tuli

Tuli, “Satu Pembeli”. Mungkin hal ini sangat janggal, mengapa ada pengusaha yang hanya memiliki satu atau dua pembeli saja. Ini bisa menjangkit Anda yang kurang dapat menerima informasi. Bila sudah mendengar satu informasi ia tidak dapat mendengar/tidak mau mendengar informasi baru.

Bila satu-satunya pembeli tidak membeli, maka outlet jadi sepi. Kadang kala ada usaha yang menderita penyakit ini tapi tetap sukses, tetapi tidak banyak, dan biasanya mereka memiliki suatu hubungan yang khusus dengan pembeli, tetapi hubungan ini putus setelah outlet atau dealer Anda mengalami masalah.

Tuli dapat diobati dengan “PERMEN”, yang dimaksud adalah “Pengecer atau Multi Konsumen”. Anda sebaiknya menjadi pengecer yang melayani partai kecil atau eceran, bukan grosir, yang hanya menjual partai besar.

2. Muntah

Yang dimaksud dengan muntah adalah “ Menjual Mentah”. Ini akan menjangkit Anda yang kurang kreatif dalam berjualan. Berikan nilai tambah untuk handphone yang Anda jual, misalnya fasilitas purna jual.

Muntah dapat diobati dengan “PROMAH’, yang dimaksud adalah “Proses dan Nilai Tambah”. Anda harus lebih kreatif untuk bisa menarik pembeli.

3. Mencret

“Menjual ceroboh dan Teledor”. Pelaku bisnis sering kurang perhatian terhadap pembelinya, pelayanan yang tidak baik, sering “Mengecewakan Pembeli” dan bisa menyebabkan pembeli lari ke tempat lain. Meski sederhana, penyakit ini juga dapat mematikan.

Penyakit ini diakibatkan oleh kecerobohan dan kurang hati-hati. Secara tak sadar, kadang frontliner sering menyinggung perasaan pembeli. Kadang pula frontliner tidak memahami kebutuhan pembeli. Akibatnya, pembeli tidak datang lagi karena kecewa, sehingga lama kelamaan pembeli habis tidak ada yang berkunjung.

Misalnya ada seorang pelanggan menanyakan mengenai fitur handphone, tetapi frontliner tidak dapat memberikan jawaban yang memuaskan. Calon pembeli tentunya kecewa dan kemungkinan besar tidak akan kembali ke tempat Anda. Atau bahkan ketika ada pelanggan datang, Anda tidak begitu menghargainya. Anda menjawab pertanyaan dengan ketus misalnya.

Mencret (Menjual ceroboh dan Teledor) dapat diobati dengan “ KEMENYAN”, yang dimaksud adalah “Ketrampilan Menjual dan Ramah”, diperlukan peningkatan ketrampilan penjualan, terutama dalam mengatasi keberatan pelanggan secara bijaksana.

4. Kurap

Penyakit kurap adalah “Kurang Pemasok/suplier”, tak jarang beberapa outlet hanya bergantung pada satu dealer. Ini biasanya menjangkit outlet baru yang masih memiliki sedikit referensi tempat kulakan.

Akibatnya, dealer tersebut dianggap sebagai langganan, percaya penuh, sehingga tidak pernah membandingkan dengan dealer lain. Padahal, mungkin saja di tempat lain harga bisa lebih murah atau kualitasnya lebih bagus.

Kurap dapat diobati dengan “Surbek T” yang dimaksud adalah “Survey ke banyak dealer dan Tempat Lain”. Meskipun membeli dalam jumlah sedikit, perlu kiranya membeli barang ke berbagai dealer agar dapat mengetahui perkembangan dan dapat membandingkan harga. Selain itu juga penting untuk membina hubungan. Memang tidak selalu satu dealer itu buruk untuk outlet Anda. Tapi tidak ada salahnya jika membuat referensi.

5. Batuk

Batuk, “Barang Tunggal dan Ketinggalan Model”, juga sering dijumpai di beberapa outlet. Pengusaha yang demikian biasanya tidak memiliki daya kreatif dan tidak mau diberi saran.

Batuk dapat diobati dengan “Diatab” yang dimaksud adalah “Diversifikasi Produk dan Tambah Barang ”. Diversifikasi dijalankan dengan produk yang sejenis atau yang mendukung. Pada periode-periode tertentu perlu dilakukan perubahan mode sekaligus mengamati perkembangan selera pasar.

Misalnya, Anda harus pandai memilah handphone-handphone yang ditawarkan kepada pelanggan. Semakin beragam dan lengkap barang yang dijual, pembeli akan puas karena banyak pilihan.

6. Kutil

Yang dimaksud adalah “Kurang Terampil”. Banyak pemain memasuki bisnis tanpa memiliki ketrampilan yang baik dan hal ini tetap terus dipertahankan selama usaha. Mereka lantas enggan meningkatkan ketrampilan, lebih-lebih untuk meningkatkan kemampuan bawahannya, karena dianggap hanya akan menambah biaya operasional saja.

Kutil dapat diobati dengan “Kurma”, yang dimaksud adalah “Kursus dan Magang”. Mengikuti baik pelatihan teknis maupun manajerial. Anda bisa mengadakan training untuk frontliner atau kursus servis handphone untuk teknisi Anda.

7. Campak

“Campuran Usaha dan Keluarga”. Penyakit ini adalah penyakit yang paling parah dan paling banyak dijumpai. Hanya dengan kesadaran yang kuat penyakit ini dapat disembuhkan.

Karena sering tidak dapat mengontrol diri sendiri, maka banyak masalah timbul. Masalah yang dijumpai dalam hal ini adalah sulit melakukan kontrol keuangan. Pengeluaran keluarga sering dijumpai jauh lebih besar dari pengeluaran perusahaannya. Misalnya berfoya-foya ketika perusahaanya untung dengan menggunakan uangnya secara konsumtif untuk keperluan keluarga, karyawan tidak ikut menikmati, bahkan uang lembur diberikan terlambat.

Campak dapat diobati dengan “Oralit”, yang dimaksud adalah “Moral dan Itikad”. Obat utama dari penyakit ini adalah moral, etika dan nilai yang baik, tidak hanya dipahami tetapi juga diterapkan. Tanpa hal ini, banyak usaha tidak berkembang bahkan mengalami banyak masalah.

Tanpa didasari moral yang baik, maka pelatihan manajemen keuangan, pembukuan sederhana, dan pemasaran tidak ada manfaatnya sama sekali. Pengontrolan hanya bisa dilakukan dengan moral yang baikdan kuat. Bila pemilik sudah tertutup dan tidak dapat mengontrol dirinya, maka usaha akan terus menerus dalam kesulitan.

Diolah dari artikel” 7 Hambatan Pengusaha Kecil” oleh Yanto Sidik Pratiknyo-Lembaga Manajemen PPM. Dimuat di tabloid outlet edisi 20
Sumber:
forum telkomsel outlet online

Tidak ada komentar: