Rabu, 05 November 2008

Tarif Turun, Pelanggan Justru Tidak Nyaman

Harapan pemerintah untuk memberikan yang terbaik bagi pelanggan telekomunikasi ternyata tidak berjalan dengan mulus. Kebijakan penurunan interkoneksi hingga 40 persen ternyata malah membuat para pelanggan tidak nyaman berkomunikasi.


"Dulu saya memang kesal dengan tarif mahal yang diusung operator yang saya gunakan tapi kegagalan melakukan panggilan tidak pernah saya alami. Sekarang, ketika tarif murah berlaku, saya malah susah melakukan panggilan," ujar Rosa kepada Okezone, Selasa (4/11/2008). Salah satu pelanggan telekomunikasi seluler ini juga mengaku harus men-dial hingga berkali-kali untuk bisa terhubung dengan nomor yang dituju.

Sama halnya dengan Ade. Karyawan yang bekerja di kawasan Setiabudi ini mengaku sangat jarang menggunakan telepon selulernya belakangan ini, tepatnya saat tarif murah mulai berlaku April lalu. Meskipun dirinya senang dengan tarif yang sudah turun dan murah, namun hal itu tetap tidak memberikan kenyamanan kepada dirinya saat berkomunikasi.

"Gimana mau menikmati tarif murah jika menelepon saja tidak bisa. Rasanya percuma saja. Jika begini terus, saya lebih suka tarif yang dulu. Meski mahal tapi menelepon selalu sukses," tandas Ade.

Sumber : http://techno.okezone.com

Tidak ada komentar: