Rabu, 17 Desember 2008

Datacraft Garap Proyek VAS Telkomsel

Datacraft baru saja menyelesaikan rancang ulang jaringan Value Added Services (VAS) berbasis Internet Protocol (IP) milik Telkomsel. Proyek yang rampung awal Desember ini memakan biaya US$ 2 juta.


Dengan diubahnya konfigurasi VAS tersebut melalui solusi Datacraft, diharapkan dapat meningkatkan kinerja, menyederhanakan manajemen jaringan, dan troubleshooting akibat melonjaknya trafik ring back tones, trafik SMS, instant messaging, dan voice mail dari pelanggan Telkomsel.

"Kami mengerjakan proyek ini selama delapan bulan. Dalam waktu yang singkat, Datacraft berhasil menganalisa struktur jaringan Telkomsel di 14 kota untuk memenuhi kebutuhan layanan digital dan antisipasi kebutuhan operator tersebut di masa depan," ungkap Presdir Datacraft Indonesia, Bambang Patrap Yakin lewat rilisnya.

Ia menjelaskan, dalam tahap menganalisa dan
merancang topologi jaringan, perusahaanya mengidentifikasi dan melakukan penilaian dari berbagai hal terhadap jaringan, titik interkoneksi dan perangkat-perangkat milik Telkomsel.

Solusi VAS yang telah dibangun ulang adalah infrastruktur Layer 2 berbasis IP yang diklaim telah memenuhi standarisasi untuk dapat menghantarkan, memonitor, dan mengelola layanan-layanan yang penting bagi bisnis pada tingkat trafik yang terjadi saat ini dan mampu mengakomodasi kebutuhan yang lebih besar di masa mendatang.

Beberapa switch Catalyst 6506 milik Cisco dihadirkan di titik pusat jaringan guna memastikan kontinuitas dan skalabilitas. Poin agregasi menghasilkan desain jaringan hirarki yang menciptakan segmentasi jaringan untuk masing-masing aplikasi VAS.

Sumber: detikinet

Selengkapnya »»

Senin, 15 Desember 2008

Waspadai Virus "K0pL4xZ"

Sebuah virus lokal kembali bergentayangan di ranah komputer. Selain domplengi Windows Media Player Classic, Virus ini cukup merepotkan karena dapat mengganti icon dan tipe file Microsoft Office. Namun untungnya, tidak sampai menghancurkan file Office.

Virus ini dibuat dengan menggunakan Visual Basic. Agar tak disangka virus, ia menyamar dengan menggunakan icon "Windows Media Player Classic" dengan tipe file application (exe). Vaksincom mendeteksi virus yang dijuluki "K0pL4xz" ini sebagai VBWorm.QTT.

Salah satu ulah K0pL4xZ adalah mengubah icon dan isi folder Windows. Pengguna yang sudah terinfeksi virus ini, maka akan mendapati icon Windows pada komputernya berubah, dari semula icon Folder menjadi icon Control Panel. Selain itu, ia akan mengubah isi folder Windows menjadi isi yang ada pada menu Control Panel.

Ulah K0pL4xZ lainnya adalah mengubah tipe file serta icon shortcut aplikasi Microsoft Office antara lain menjadi "KopLaXz@KudoShop" dan mengubah nama pemilik komputer di System Properties menjadi KUDO_SHOP.

Virus ini juga akan menampilkan beberapa pesan pada saat menjalankan fungsi Windows, seperti:

- Ketika menjalankan fungsi Search File/Folder, akan muncul pesan: HayOooO,,, mau Nyari Apaan Luuwh???Nyari WesWeWhH lah ??? Gak Boleh tau DOSA!!!

- Ketika meng-uncheck opsi "Hide file extentions for known file types", maka akan muncul pesan: AduH,,,Lo jangan sok Tau dwEEh,,Luwh_Tuwh SombOng bGtz DasAr KopLaXz kurang KerJaan!!!!

Seperti virus lokal lainnya, K0pL4xZ juga memblok fungsi Windows seperti Regedit, Msconfig, Task Manager, System Restore atau Folder Option serta tools keamanan sebagai bentuk pertahanan dirinya.

Ia juga akan mengacak-acak judul Internet Explorer (IE) menjadi "KOPLAXZ_KUDO_SHOP_LUUPH_CLASS_MILD" dan halaman IE dengan menampilkan pesan sang pembuat virus.

Virus ini menyebar melalui media Flash Disk dengan memanfaatkan fitur autorun Windows, dengan cara membuat file autorun.inf, Desktop.ini dan Folder.htt sehingga virus akan langsung aktif ketika Flash Disk dihubungkan ke komputer atau saat user akses ke Flash Disk.

7 Langkah Membasmi Virus "K0pL4xZ"

Virus "K0pL4xZ" yang terdeteksi sebagai VBWorm.QTT mengincar pengguna komputer, khususnya yang memiliki banyak file Office, dengan cara mengganti icon dan tipe file Microsoft Office.

Namun untungnya, virus ini tidak sampai menghancurkan file Office. Virus ini dibuat dengan menggunakan Visual Basic. Agar tak disangka virus, ia menyamar dengan menggunakan icon "Windows Media Player Classic" dengan tipe file application (exe). Untuk membersihkannya, ikuti langkah berikut ini:

1. Putuskan komputer yang akan dibersihkan dari jaringan (LAN).
2. Matikan "System Restore" selama proses pembersihan.
3. Matikan proses virus yang aktif di memory. Gunakan tools KillVB untuk mematikan proses di memory. Silahkan downlod tools tersebut di: http://www.compactbyte.com/brontok/killvb.zip

4. Fix registry yang sudah diubah oleh virus. Untuk mempercepat proses perbaikan registry salin script dibawah ini pada program notepad, kemudian simpan dengan nama "Repair.inf". Jalankan file tersebut dengan cara:

- Klik kanan repair.inf
- Klik Install

[Version]
Signature="$Chicago$"
Provider=Vaksincom Oyee

[DefaultInstall]
AddReg=UnhookRegKey
DelReg=del

[UnhookRegKey]
HKLM, Software\CLASSES\batfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, Software\CLASSES\comfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, Software\CLASSES\exefile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, Software\CLASSES\piffile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, Software\CLASSES\regfile\shell\open\command,,,"regedit.exe "%1""
HKLM, Software\CLASSES\scrfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon, Shell,0, "Explorer.exe"
HKLM, SYSTEM\ControlSet001\Control\SafeBoot, AlternateShell,0, "cmd.exe"
HKLM, SYSTEM\ControlSet002\Control\SafeBoot, AlternateShell,0, "cmd.exe"
HKLM, SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot, AlternateShell,0, "cmd.exe"
HKLM, SOFTWARE\Classes\exefile,,,application
HKCU, Software\Microsoft\Internet Explorer\Main, start page,0, "about:blank"
HKCU, Software\Microsoft\Internet Explorer\Main, Search Page,0, "about:blank"
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced\Folder\HideFileExt, UncheckedValue,0x00010001,0
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced\Folder\SuperHidden, UncheckedValue,0x00010001,1
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion, RegisteredOrganization,0, "Organization"
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion, RegisteredOwner,0, "Owner"
HKLM, SOFTWARE\Classes\txtfile, FriendlyTypeName,0, "@C:\Windows\system32\notepad.exe,-469"
HKLM, SOFTWARE\Classes\Word.Document.8,,,"Microsoft Word Document"
HKLM, SOFTWARE\Classes\Word.Document.8\DefaultIcon,,,"C:\WINDOWS\Installer\{90110409-6000-11D3-8CFE-01500 48383C9}\wordicon.exe,1"
HKLM, SOFTWARE\Classes\PowerPoint.Show.8,,, "Microsoft PowerPoint Presentation"
HKLM, SOFTWARE\Classes\PowerPoint.Show.8\DefaultIcon,,,"C:\WINDOWS\Installer\{90110409-6000-11D3-8CFE-015 0048383C9}\pptico.exe,1"
HKLM, SOFTWARE\Classes\Excel.Sheet.8,,,"Microsoft Excel Worksheet"
HKLM, SOFTWARE\Classes\Excel.Sheet.8\DefaultIcon,,,"C:\WINDOWS\Installer\{90110409-6000-11D3-8CFE-01500483 83C9}\xlicons.exe,1"
HKLM, SOFTWARE\Classes\Access.Application.11,,,"Microsoft Office Access Application"
HKLM, SOFTWARE\Classes\Access.Application.11\DefaultIcon,,,"C:\WINDOWS\Installer\{90110409-6000-11D3-8CFE-01 50048383C9}\accicons.exe,1"
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced, Hidden, 0x00010001,1
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced, HideFileExt, 0x00010001,0
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced, ShowSuperHidden, 0x00010001,1
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced\Folder\SuperHidden,WarningIfNotDefault,0,"@ shell32.dll,-28964"

[del]
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer,NoFolderOptions
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System,DisableRegistryTools
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System,DisableTaskMgr
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\System,DIsablecmd
HKCU, Software\Microsoft\Internet Explorer\Main, Window Title
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\policies\Explorer,NoFolderOptions
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\policies\System,DisableRegistryTools
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\policies\System,DisableTaskMgr
HKLM, SOFTWARE\Policies\Microsoft\Windows NT\SystemRestore
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run, System
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\ActiveDesktop
HKCU, Software\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon, shell
HKCU, Software\Policies\Microsoft\Windows\System, DisableCMD
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\Advanced\Folder\HideFileExt, WarningIfNotDefault
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Run, cintaku
HKLM, SOFTWARE\Classes\exefile, FriendlyTypeName

5. Hapus file "C:\Windows\desktop.ini" (file yang berfungsi untuk mengubah icon Windows menjadi icon Control Panel). Gunakan dos prompt untuk menghapus file tersebut.

6. Cari dan hapus file induk virus di Hard Disk dan Flash Disk dengan terlebih dahulu menampilkan file yang tersembunyi. Untuk mempercepat pencarian gunakan fungsi "Search Windows".

Berikut beberapa file induk yang akan dibuat oleh Koplaxz:
• C:\Documents and Settings\%user%\Start Menu\Programs\Startup
Winhelp.exe
• C:\Documents and Settings\%user%\Start Menu\Programs
Hellloo_Gheea.exe
• C:\Documents and Settings\%user%\My Documents
Jangan_Dihapus_Apalagi_Dibuka.exe
• C:\Documents and Settings\%user%\Start Menu
Koplaxz Kudo Shop.exe
• C:\Documents and Settings\%user%\Start Menu\Programs
Hellloo_Gheea..exe
• C:\Windows
TourWindowsXP.exe
svchost.exe
Kudo.com
command32.pif
KopLaXz@KudoShop.exe
• C:\F4HM1_KudO_M4n4j3r.exe
• C:\G0d3G.exe
• C:\Ghe@_i_miss_u.3gp.exe (All Drive)
• C:\K0pL4xZ.exe
• C:\K 0 P L 4 X Z.exe
• C:\KopLaXz@KudoShoP.exe (All Drive)
• C:\R0n13G4N_G3Ndut_S3xY.exe
• C:\R3eve5.exe
• C:\K0pL4xZ@KudoShop (All Drive)
folder.htt
msvbvm60.dll
K0pL4xZ.exe
• C:\K0pl4xZ@KudoShop\K0pL4xZ.exe
• C:\[spasi] WINDOWS\System_FriendZ_KopLaXz32
F4HM1_KudO_M4n4j3r.exe
G0d3G.exe
K 0 P L 4 X Z.exe
R0n13G4N_G3Ndut_S3xY
R3eve5.exe
• C:\ [spasi] Windows\Zx4Lp0K.html
• C:\WIndows\system32\smkn2majalengka.scr
• C:\Windows\system32\PCMAV.exe
• C:\Windows\system32\Asholest.exe
• C:\Documents and Settings\%user%\SendTo\KoPLaXzKudo(e-mail).exe
• C:\Autorun.inf (semua Drive)
• C:\Desktop.ini (semua Drive)
• C:\A Letter 4 Ghe@.txt (semua Drive)
• C:\K0pL4xZ@kUdO_5h0P.txt
• C:\Documents and Settings\All Users\Desktop\A Letter 4 Ghe@.inf
• C:\WIndows\desktop.ini

Kemudian hapus file induk virus yang mempunyai ciri-ciri:
• Icon "Windows Media Player" clasic / 3GP Video Format
• Ukuran 31 KB
• Ekstensi EXE, PIF, COM dan SCR
• Type file "Application"

Hapus juga file berikut:
• C:\Autorun.inf (setiap root drive: c:\ atau D:\)
• C:\Desktop.ini (setiap root drive: c:\ atau D:\)
• C:\A Letter 4 Ghe@.txt (setiap root drive: c:\ atau D:\)
• C:\K0pL4xZ@kUdO_5h0P.txt (setiap root drive: c:\ atau D:\)
• C:\K0pL4xZ@KudoShop (disetiap root drive dan Flash Disk)
• C:\Documents and Settings\All Users\Desktop\A Letter 4 Ghe@.inf
• C:\[spasi] WINDOWS
• C:\[spasi] WIndows\Zx4Lp0K.html

7. Untuk pembersihan optimal dan mencegah infeksi ulang, scan dengan menggunakan anti virus yang up-to-date.
Sumber: Detiknet


Selengkapnya »»

Sabtu, 13 Desember 2008

Telkomsel Terapkan Hydro Fuel Cell Pertama Di Asia

Telkomsel kembali menorehkan kepeloporannya di bidang penyediaan power supply melalui inovasi teknologi Hydro Fuel Cell yang diterapkan di kota Medan. Inovasi ini merupakan pertama di Asia dan diharapkan menjadi solusi keterbatasan pasokan listrik di Indonesia sekaligus menerapkan teknologi ramah lingkungan yang mudah dan murah.


Hal ini tentunya melengkapi berbagai inovasi Telkomsel dalam hal menerapkan berbagai alternatif pembangkit listrik berbasis bio-technology, dimana saat ini Telkomsel telah menggelar 78 buah sumber listrik alternatif ramah lingkungan berupa : solar cell (tenaga surya), micro hydro (tenaga air) dan win turbin (tenaga angin).

Direktur Operasi Telkomsel David Ng mengatakan, "Sebagai upaya menjaga kinerja pelayanan dan kinerja perusahaan ke depan serta memperhatikan himbauan pemerintah untuk melakukan efisiensi penggunaan listrik, kami terus melakukan riset dan pengembangan penggunaan sumber energy alternatif yang ramah lingkungan.

Teknologi ini selain ramah lingkungan juga efisien serta memiliki berbagai keunggulan. Medan menjadi kota pertama yang penerapan sumber energy listrik alternatif teknologi hydro fuel cell ini".

David menambahkan bahwa berbagai keunggulan penerapan sumber energy alternatif hydro fuel cell antara lain tidak bising karena tidak terdapat komponen bergerak, tidak polutan (tidak beracun, tidak berbau) karena sekresi ( zat buangan ) yang ditimbulkan adalah H2O alias unsur air, dan memiliki efisiensi proses yang jauh lebih baik dibanding dengan sistem konvensional.

"Energy yang terpasang dari sumber energi ramah lingkungan yang diterapkan Telkomsel sudah lebih dari 0,112 MegaWatt setara dengan hampir 100 genset konvensional kapasitas 20 KVA yang biasa dipakai di industry telekomunikasi seluler.

Pembangkit listrik berteknologi hydro fuel cell yang digunakan Telkomsel di Medan sangat prestisius milestone dan bersejarah, mengingat penerapan teknologi yang ramah lingkungan ini merupakan yang pertama di Asia untuk industry telekomunikasi," ungkap VP Network Operation Telkomsel Andreuw Th.A.F

Dedy Jaka – GM Network Telkomsel wilayah Sumbagut menambahkan "Penerapan teknologi hydro fuel cell ini, untuk awalnya memang baru di kota Medan, karena Sumara Utara, khususnya kota Medan, kami lihat merupakan wilayah yang memiliki laju pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Ke depan penerapan teknologi ini akan dilakukan di berbagai titik pelayanan yang kami pandang tepat".

"Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat luas dengan panjang seperdelapan bentangan dunia dan tiap wilayah memiliki variasi kontur geografi yang berbeda-beda. Hal ini menjadikan sebuah tantangan tersendiri bagi Telkomsel dalam menghadirkan solusi yang tepat dalam hal penyediaan sarana telekomunikasi beserta power supply-nya, sehingga seluruh masyarakat hingga pelosok dapat menikmati sarana komunikasi dan terbebas dari keterisolasian.

Sebelumnya Telkomsel juga telah berhasil mengimplementasikan inovasi telekomunikasi berupa Pico BTS berbasis teknologi GSM via satelit pertama di dunia, sebagai solusi untuk daerah pedesaan, industri terpencil dan jalur laut," papar Andrew

Sumber: Telkomsel

Selengkapnya »»

Jumat, 12 Desember 2008

Install Ulang Office tanpa Aktivasi

PCplus pernah membahas cara untuk mengakali Windows Product Activation untuk Windows. Dengan mengikuti langkah-langkah yang telah diberikan, Anda tidak perlu lagi melakukan aktivasi Windows meskipun Anda meng-install ulang Windows.


Nah, setelah meng-install ulang Windows, tentunya Anda perlu melakukan install ulang aplikasi-aplikasi lain yang dibutuhkan. Proses install ulang tidak akan menyusahkan apabila aplikasi yang Anda install ulang adalah aplikasi-aplikasi standar. Yang akan menjadi masalah adalah ketika Anda meng-install ulang aplikasi lain yang mengharuskan aktivasi seperti yang harus dilakukan ketika meng-install Windows. Salah satu aplikasi yang akan meminta aktivasi saat Anda melakukan install ulang adalah Microsoft Office.

Seperti pada Windows, Anda juga bisa mengakali Office agar aktivasi ulang tidak perlu dilakukan. Secara garis besarnya langkah-langkah yang diperlukan juga sama, yaitu dengan melakukan back-up data aktivasi dan me-restore-nya seusai proses install ulang Windows dan Office. Perbedaannya terletak pada lokasi dan file yang harus di back-up.

Untuk lebih jelasnya, ikuti langkah-langkah berikut sebelum Anda meng-install ulang Windows:
1. Jalankan Windows Explorer melalui menu [Start] > [All Programs] > [Accessories] > [Windows Explorer].
2. Buat sebuah folder baru untuk menyimpan file backup. Jika Anda ingin melakukan backup di disket, masukkan disket Anda ke disk drive.
3. Masuklah ke folder C:-Documents and Settings-All Users-Application Data-Microsoft-Office-Data-.
4. Pada folder Data akan muncul dua file dengan nama data.dat dan data.bak. Salinlah kedua file ini ke folder yang baru Anda buat atau ke disket yang telah disiapkan.

Setelah tahapan-tahapan diatas dilakukan, Anda dapat meng-install ulang Windows dan dilanjutkan dengan instalasi Office. Di akhir instalasi Office, Anda akan diminta untuk melakukan restart Windows. Sampai di sini Anda masih belum boleh menjalankan aplikasi-aplikasi Office karena Anda belum me-restore file aktivasi.

Maka dari itu, ikuti permintaan restart dari program installer. Selanjutnya:
5. Jalankan Safe Mode Windows.
6. Masuklah ke folder tempat Anda mem-back-up kedua file diatas, kemudian salin kembali ke folder C:-Documents and Settings-All Users-Application Data-Microsoft-Office-Data-.
7. Saat muncul konfirmasi untuk melakukan overwrite, jawab dengan [Yes].
8. Terakhir, restart PC dan aplikasi-aplikasi Office Anda tidak akan meminta aktivasi untuk yang kedua kalinya.

Harap diingat, trik ini bukan untuk melakukan crack terhadap aktivasi Office, melainkan untuk mengakali Office agar Anda tidak perlu dilakukan aktivasi ulang. Jadi, Anda tidak dapat menggunakan trik ini apabila sebelumnya tidak pernah melakukan aktivasi.
Sumber: PCplus

Selengkapnya »»

Kamis, 11 Desember 2008

Pengguna Mobile Wallet T-Cash Capai 6 Juta di 2010

Seiring penambahan jumlah titik layanan T-Cash di Jawa-Bali dan Sumatera, pelanggan T-Cash bertambah secara signifikan mencapai 90.000 atau meningkat 100 kali lipat dibanding jumlah pengguna T-Cash di awal tahun 2008 yang hanya 979 pelanggan. Telkomsel sendiri mempelopori hadirnya layanan mobile wallet pertama di Indonesia pada November 2007.

Peningkatan signifikan juga terjadi di sisi jumlah transaksi yang dilakukan oleh pelanggan T-Cash, di mana pada bulan November 2008 tercatat 23.455 transaksi dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,6 miliar atau meningkat 400 persen dibanding bulan Januari 2008 yang hanya Rp 4 juta dengan 82 transaksi.

Di akhir 2010 diperkirakan pengguna T-Cash di Indonesia akan mencapai 6 juta pelanggan. Hal ini didasarkan pada tren positif respon masyarakat dan potensi jumlah pelanggan Telkomsel yang kini mencapai 63,5 juta.

“Pesatnya perkembangan layanan mobile wallet T-Cash ini berkat dukungan Bank Indonesia sebagai pemberi lisensi, adanya Undang-Undang Transaksi Elektronik, serta semangat para merchant seperti Indomaret yang ingin meningkatkan pelayanan dalam hal kemudahan bertransaksi,” ungkap Manager Corporate Communications Telkomsel Suryo Hadiyanto.

“Melihat tren positif respon masyarakat terhadap layanan T-Cash di berbagai wilayah di Indonesia, kami yakin bahwa layanan ini sudah dinanti-nanti masyarakat Medan dan akan berkembang cepat di wilayah ini. Saat ini ada 39 outlet Indomaret yang siap melayani pelanggan T-Cash di Medan, dan akan terus ditambah jumlahnya sehingga masyarakat semakin mudah melakukan transaksi,” ungkap VP Telkomsel Area Sumatera Mirza Budiwan.

”Sebagai salah satu merchant terbaik T-Cash, Indomaret merespon sangat agresif melalui visi peningkatan pelayanan kepada pelanggannya, di mana hanya dalam 1 tahun telah ada 3.000 outlet Indomaret yang dilengkapi dengan device connected ke sistem T-Cash Telkomsel. Hal ini tentunya juga menjadi bagian penting dalam upaya mendukung program Bank Indonesia dalam menyediakan ragam instrumen pembayaran micropayment non tunai yang efisien, cepat, dan aman,” papar Suryo.

Suryo menambahkan, perubahan perilaku yang menginginkan kepraktisan telah membawa transaksi elektronik berkembang pesat. Demikian juga halnya gaya hidup penuh mobilitas, membuat ponsel menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari, bahkan ungkapan ‘lebih baik tertinggal dompet daripada ponsel’ kini benar-benar nyata, karena dengan T-Cash berbagai transaksi bisa dilakukan menggunakan ponsel.

Dengan layanan mobile wallet T-Cash maka ponsel bisa berfungsi layaknya dompet penyimpanan uang (digital cash) yang siap digunakan untuk bertransaksi secara mudah, cepat, dan aman. Mereka dapat melakukan pembelian barang, cek saldo, cek transaksi yang pernah dilakukan, bahkan pengambilan tunai.

Untuk menikmati layanan T-Cash ini, pelanggan Telkomsel baik yang menggunakan kartuHALO, simPATI, ataupun Kartu As cukup registrasi melalui SMS ketik REG TCash Nama#Tanggal Lahir#Nama Ibu Kandung dan kirim ke 2828.

Telkomsel juga memberikan keuntungan tambahan yang berlaku hingga 10 Januari 2008, bagi yang mendaftar dan melakukan pengisian pertama (cash in) minimal Rp 50.000 akan mendapat potongan tagihan bulanan (kartuHALO) atau pulsa (simPATI/Kartu As) Rp 10.000.

Selain itu, setiap transaksi menggunakan T-Cash di Indomaret minimal sebesar Rp 50.000 akan mendapatkan bonus 10 poin dari Telkomsel Poin serta kesempatan untuk mendapatkan diskon hingga 20% untuk produk tertentu.

Sekilas Mobile Wallet

Dalam menghadirkan layanan mobile wallet di Indonesia, Telkomsel menjadi integrator sekaligus service provider yang didukung oleh Bank Indonesia (regulator), merchant-merchant penjual barang dan jasa (Indomaret, Fuji Image Plaza, Perguruan Tinggi penyedia konten akademis, dan lain-lain), bank sebagai tempat penyimpanan dana (BNI, Mandiri, dan sebagainya). Layanan ini tentunya bisa menjadi katalisator terciptanya less cash society.

Layanan T-Cash memungkinkan ponsel pelanggan dapat berfungsi layaknya dompet penyimpanan uang (digital cash) yang bisa digunakan untuk melakukan transaksi dengan nominal kecil (micropayment) di bawah Rp 1 juta.

Respon positif masyarakat pada layanan mobile wallet ini tidak terlepas dari data Bank Indonesia yang menunjukan bahwa 63% dari transaksi di Indonesia pada 2006 merupakan pembayaran dalam nominal kecil. Apalagi mengacu standar Weidong Kou pada Payment Technologies for e-commerce menegaskan bahwa pembayaran nominal kecil (di bawah Rp 120.000) telah saatnya difungsikan kepada pengguna ponsel guna menghemat devisa.

Hal ini juga sejalan dengan tren yang terjadi di dunia, di mana layanan mobile wallet dari operator Globe Telecom, yakni G-Cash, telah digunakan oleh 42% masyarakat di Filipina untuk melakukan pembayaran mikro/micropayment dengan rata-rata transaksinya mencapai 100 juta dollar AS atau setara dengan jumlah 1,3 juta pelanggan. Demikian pula masyarakat negara Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan Hongkong.

Potensi layanan mobile wallet juga didukung oleh analisa data Juniper Research yang menunjukkan bahwa penggunaan ponsel oleh masyarakat untuk layanan perbankan dan transaksi semakin meningkat. Juniper Research memperkirakan jumlah pengguna layanan bank via ponsel atau mobile banking bakal mencapai 816 juta orang di tahun 2011. Angka tersebut adalah peningkatan sampai sepuluh kali lipat dari jumlah pengguna di 2007.

Sumber: Telkomsel

Selengkapnya »»

Senin, 01 Desember 2008

Telkomsel Perpanjang Talkmania Hingga Januari 2009

Pelanggan simPATI kini akan semakin nyaman berkomunikasi murah dengan diperpanjangnya program Talkmania yakni bebas telepon berkali-kali seharian selama 1,5 jam ke lebih dari 63 juta nomor Telkomsel hingga 31 Januari 2009.


Melalui program Talkmania ini, pelanggan simPATI dapat bebas telepon seharian mulai pukul 01.00 - 18.00 (waktu setempat) dengan akumulasi percakapan 1,5 jam (5.400 detik) dan tidak harus dihabiskan dalam satu kesempatan ke seluruh nomer Telkomsel atau lebih dari 50 persen pengguna ponsel di Indonesia.

Untuk pelanggan area Jawa, Bali dan NTB hanya dikenakan biaya Rp 2.000 atau setara dengan Rp 0,37 per detik, sedangkan untuk pelanggan area Sumatra, Kalimantan dan Sulawesi akan dikenakan biaya Rp 3.000 atau setara Rp 0,55 per detik. Namun sayang, untuk sementara program ini belum dapat dinikmati oleh pelanggan di area NTT, Maluku dan Papua.

Perpanjangan program Telkomsel Talkmania ini merupakan apresiasi dari Telkomsel terhadap tingginya kepercayaan pelanggan pada kartu simPATI yang kini telah mencapai 41,5 juta pelanggan. Angka ini bahkan melampaui jumlah seluruh pelanggan operator nomor dua yang ada di Indonesia.

Untuk menikmati layanan ini, dalam satu hari pelanggan cukup sekali mengirimkan aktivasi melalui SMS (gratis) mulai pukul 01.00 - 16.30 (waktu setempat), dengan cara ketik: TM ON kirim ke 8999. Dan saat itu juga pelanggan dapat langsung menikmati komunikasi murah (setelah notifikasi SMS dari 8999) dengan durasi percakapan 1,5 jam sampai pukul 18.00.

Jika pelanggan ingin menikmati Simpati Talkmania setiap hari tanpa harus registrasi harian, bisa mengirim SMS (juga gratis), ketik TM SUB ke 8999.
Pelanggan akan menikmati program ini seharian penuh (pukul 01.00-18.00 waktu setempat) dan biayanya akan dipotong setiap hari, kecuali pulsa yang dimiliki tidak mencukupi lagi maka akan otomatis berhenti berlangganan.

Untuk berhenti berlangganan secara manual, dapat kirim SMS dengan cara ketik TM OFF ke 8999. Untuk mengecek status aktivasi Talkmania atau saldo durasi dalam satu hari, penggunaannya maupun bonus lainnya, pelanggan dapat mengakses menu ke *889# dari ponsel. Sedangkan untuk melakukan pengecekan transaksi terakhir, termasuk penggunakan pulsa Talkmania, pelanggan dapat mengaksesnya melalui *887#.

Program Talkmania ini akan melengkapi berbagai keistimewaan dan kehematan kartu simPATI yang memiliki tarif Rp 0,5 per detik sepuasnya, tanpa batas sepanjang hari. Mulai detik ke-10 ke sesama pelanggan Telkomsel (kartuHALO, simPATI dan Kartu As) di seluruh Indonesia antara pukul 00.00 - 06.00 waktu setempat.

Tarif Rp 0,5 per detik sepuasnya ini, juga berlaku antara pukul 06:00 - 12:00 dimana 30 detik pertama hanya dikenakan Rp 15 per detik, pukul 12:00 - 18:00 (Rp 15 per detik untuk 1,5 menit pertama) serta pada pukul 18:00 - 24:00 berlaku Rp 15 per detik untuk 130 detik pertama dan selanjutnya Rp 0,5 per detik sepuasnya tanpa batas sepanjang hari.

Khusus pada pukul 18:00 - 24:00, bagi pelanggan yang berada di area Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua serta NTT berlaku tarif Rp 15 per detik untuk 130 detik pertama dan selanjutnya Rp 0,5 per detik hingga menit ke-13, dan demikian berulang seterusnya.

Tarif murah Rp 0,5 tidak hanya berlaku untuk sesama pelanggan operator Telkomsel saja, tapi juga berlaku ke nomor operator lain sepanjang hari, yakni mulai menit ke-2 hingga menit ke-5 dengan skema berulang pada menit kelipatannya. Tarif untuk panggilan ke operator selular lain flat Rp 25 per detik, ke Lokal PSTN/FWA Rp 15 per detik dan non-lokal PSTN/FWA Rp 35 per detik untuk 2 menit pertama. Tarif ini berlaku hingga 31 Januari 2009.

Seiring dengan tarif komunikasi yang makin murah, Telkomsel juga telah memperpanjang masa aktif kartu simPATI pada saat pengisian pulsa, yakni untuk pulsa Rp 5 ribu aktif 15 hari, pulsa Rp 10 ribu aktif 25 hari, Rp 20 ribu aktif 40 hari, dan Rp 50 ribu akan aktif selama 60 hari. Sementara untuk masa tenggang isi ulang (Grace Period) berlaku sama bagi seluruh nilai pulsa yaitu 30 hari.

*dari berbagai sumber

Selengkapnya »»

Jumat, 28 November 2008

Telkomsel Penuhi Solusi Bisnis Garuda

JAKARTA - Telkomsel dan Garuda Indonesia menandatangani kerjasama penerapan layanan SMS Crew, yang menghadirkan kenyamanan bagi seluruh awak pesawat untuk mendapatkan jadwal penerbangan dan mengakses beragam informasi perusahaan yang dibutuhkan secara mudah langsung dari ponselnya.

Selain itu beragam solusi bisnis lainnya yang meliputi layanan HALOCorporate, Mobile VPN, NSP (Nada Sambung Pribadi) Corporate, Telkomsel BlackBerry, Telkomsel Flash, USSD (Unstructured Supplementary Service Data), dan GFF (Garuda Frequent Flyer) juga telah menjadi bagian dari kerjasama ini.

Sinergi Telkomsel dan Garuda Indonesia didasarkan pada visi kedua perusahaan di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki kesamaan dalam pelayanan publik.

"Solusi Bisnis Telkomsel berupa layanan SMS Crew tentunya sangat dibutuhkan dalam mendukung kelancaran operasional penerbangan Garuda Indonesia, karena kecepatan dan ketepatan informasi berkaitan dengan tugas para awak pesawat, akan mendukung ketepatan jadwal penerbangan. Hal ini tentunya menjadi bagian dari upaya Garuda dalam peningkatan kualitas layanan sekaligus membawa manfaat bagi pelayanan penumpang," ujar Direktur Niaga Telkomsel Leong Shin Loong, melalui keterangan resminya di Jakarta, Rabu (26/11/2008) kemarin.

Dalam kegiatan operasional penerbangannya, Garuda Indonesia melayani 19 kota tujuan internasional dan 22 kota tujuan domestik atau sekitar 279 kali penerbangan per hari. Tentunya bukanlah hal yang mudah untuk dapat mengatur pengiriman dan penerimaan pesan/informasi kepada para awak pesawatnya serta memastikan semuanya terkoordinasi secara tepat.

Melalui Layanan SMS Crew Telkomsel, Garuda Indonesia akan mampu menyederhanakan penyebaran informasi yang harus diketahui oleh seluruh awak pesawat, antara lain menyangkut informasi jadwal tugas selama satu bulan, perubahan jadwal tugas, berita keluarga, serta penyampaian berbagai pengumuman lainnya. Penerimaan SMS ini akan dilakukan baik dengan metode SMS push maupun SMS pull.

"Sebagai 'flag carrier' yang mengoperasikan 52 pesawat dengan 6.500 karyawan dimana 3000 diantaranya adalah crew udara yang mempunyai mobilitas yang sangat tinggi, serta harus memonitor pergerakan pesawat diseluruh dunia, tentunya Garuda Indonesia bergantung pada teknologi tinggi serta system yang canggih," ujar Direktur Operasi Garuda Indonesia Captain Ari Sapari.

Solusi bisnis lainnya adalah Mobile VPN (Virtual Private Network), yang memberikan kehematan tarif komunikasi untuk panggilan sesama Telkomsel dan lebih murah lagi untuk panggilan sesama jaringan karyawan Garuda. Selain itu Telkomsel juga menghadirkan solusi yang mendukung program Customer Relationship Management, yakni Garuda Frequent Flyer (GFF), sehingga anggota GFF dapat mengakses beragam informasi dan previllege-nya seperti info milage langsung dari ponselnya.

Sumber: okezone

Selengkapnya »»

Senin, 24 November 2008

Benarkah Pelanggan Anda Adalah Raja?

Pepatah lama mengatakan: Pelanggan Adalah Raja!

Dan jika bicara mengenai hal yang satu ini, siapapun yang merasa sebagai pebisnis - entah kecil-kecilan atau level korporasi raksasa - pasti akan mengamini pepatah tersebut. Pelanggan adalah sumber penghidupan utama bagi setiap bisnis, dari merekalah semua kegiatan bisnis menerima aliran darah segar yang disebut oleh para ahli keuangan jaman sekarang sebagai 'arus kas positif' yang memberikan energi bagi aktivitas entitas-entitas bisnis yang menjalankannya.

Karena itu dapat dimengerti apabila sebagian besar aktivitas dan sumber daya dari entitas-entitas bisnis yang didapuk pada pundak divisi marketing dan penjualan dicurahkan untuk 'mengamankan' atau mempertahankan jumlah pelanggan yang dimiliki, tentu saja agar bisnis dapat bertahan dan terus bertumbuh.

Bicara soal 'mengamankan' pelanggan, berarti kita bicara bagaimana memuaskan mereka dan menjaga, bahkan bila mungkin meningkatkan tingkat kepuasan tersebut. Seluruh pebisnis yang sadar betul akan pelanggan mereka sebagai asset pasti akan melakukan hal ini. Akan tetapi, upaya ini juga bukan tanpa konsekuensi.

Pelanggan kita yang pastinya adalah manusia juga itu, memiliki sifat-sifat dasar yang persis sama jika menyangkut tentang kepuasan: Bila sudah mencapai tingkat kepuasan tertentu, mereka ingin lebih dan lebih lagi. Dari sudut pandang humanis (apalagi hedonis) hal ini tentu saja lumrah, namanya juga manusia. Tetapi dari sisi pengelolaan perusahaan, entitas bisnis menanggung konsekuensi untuk mengeluarkan BIAYA yang tidak sedikit demi memuaskan pelanggannya.

Tentu saja, mengacu kepada argumentasi di awal, bahwa biaya itu memang harus dikeluarkan untuk menjaga keutuhan asset pelanggan dari entitas bisnis. Akan tetapi, hal ini sebenarnya masih dapat dikritisi lebih jauh lagi alias bukan lagi hal yang sifatnya taken for granted. Pertanyaan penting mengenai hal ini adalah "Apakah biaya yang saya/kita keluarkan sepadan dengan hasil yang kita dapatkan?"

Disinilah pentingnya bagi seorang marketer untuk juga mampu memahami indikator-indikator yang biasa digunakan oleh para analis keuangan. Pertanyaan ini menjadi penting karena setelah dianalisis lebih jauh, biaya marginal yang harus dikeluarkan untuk mempertahankan seorang pelanggan dengan cara memuaskan mereka dapat saja lebih tinggi daripada kontribusi pelanggan itu sendiri.

Dari pemikiran ini, kemudian berkembang pemikiran untuk 'memilah' pelanggan menjadi kategori-kategori tertentu. Dengan memilah pelanggan, upaya dan biaya yang dikerahkan untuk memuaskan mereka dapat menjadi lebih terfokus pada kategori-kategori tertentu yang memang memberikan dampak yang signifikan terhadap penjualan dan pertumbuhan arus kas perusahaan.

Salah satu konsep untuk memilah dan memetakan pelanggan tersebut adalah konsep "Value of Customer vs Value to Customer" dari Gupta & Lehman (2005). Value of Customer adalah indikator seberapa tinggi nilai yang diberikan oleh pelanggan kepada perusahaan, sementara Value to Customer berbicara mengenai seberapa tinggi nilai dari produk dan/atau layanan yang diberikan oleh perusahaan kepada pelanggan.


Dengan demikian, apabila anda sudah merencanakan untuk mengalokasikan anggaran dan program untuk memuaskan dan mempertahankan pelanggan anda dengan memperlakukan mereka sebagai raja, yakinkan bahwa anda hanya memperlakukan raja yang sebenarnya sebagai raja!

Inu Machfud R
Research & Consultant Head BMI Research Jakarta

Sumber: okezone

Selengkapnya »»

Minggu, 23 November 2008

Operator Telekomunikasi Buka Peluang Kejahatan TI

JAKARTA - Operator telekomunikasi dinilai membuka peluang untuk terjadinya kejahatan teknologi informasi. Maraknya penipuan atau teror lewat pesan singkat disebabkan karena tak adanya verifikasi yang jelas tentang identitas pelanggan.

"Operator seharusnya jangan cuma menjual nomor tapi juga harus melakukan verifikasi identitas," ujar Ketua Dewan Pengawas Asosiasi Warung Internet (warnet), Judith MS pada acara diskusi polemik kejahatan teknologi informasi di Warung Daun, jalan Paku buwono, Jakarta Selatan, Sabtu (22/11/2008).

Menurut Judith, operator harus memiliki tata kelola yang baik dalam memverifikasi identitas pelaku, sekalipun resourcesnya masih minim. Berbeda dengan warnet, yang dapat menerapkan DNS filtering untuk mencegah terjadinya kejahatan informasi.

Judith menambahkan pencegahan kejahatan sangat jarang dilakukan operator. Seharusnya operator dapat memberikan kontribusi dalam membantu penegak hukum mengungkapkan penipuan-penipuan berkedok sms atau kejahatan lain yang melalui ponsel.

Sementara itu, staf ahli menkominfo Edmond Makarim mengatakan untuk melakukan verifikasi sebenarnya tak terlalu sulit jika ada standarisasi dan semua operator sepakat untuk mengikutinya.

"Yang diperlukan adalah tata kelola yang baik, maka takkan sulit untuk melakukan verifikasi," kata Edmond.

Edmond mengatakan wacana agar satu orang hanya memiliki satu nomor identitas (single identity number) akan menjadi satu kebutuhan di masa mendatang, termasuk indonesia. (srn)

Sumber: techno.okezone.com

Selengkapnya »»

Rabu, 19 November 2008

Waspadai 7 Penyakit Kronis dalam Berbisnis

Tanpa disadari pengusaha di bidang selular kerap terjangkit 7 penyakit. Jangan dianggap sepele, karena ini bisa mengancam kelangsungan usaha Anda. Waspadai ketujuh gejala tersebut dan temukan solusinya.


Pengusaha outlet kerap menghadapi permasalahan berupa penyakit yang menyerang usahanya. Penyakit ini terkadang dianggap sepele, tetapi banyak yang menyebabkan matinya usaha. Ketujuh penyakit tersebut diantaranya, tuli, muntah, mencret, kurap, batuk, kutil dan campak. Tapi meskipun ada pengusaha outlet yang menderita penyakit ini tetapi dapat besar dan sukses, namun umumnya mengalami banyak permasalahan.

Tujuh penyakit tersebut sebetulnya berkaitan dengan masalah fungsi manajemen, yakni masalah pemasaran (Tuli, mencret, muntah), produk (Kurap dan batuk), organisasi (Kutil), dan keuangan (Campak).

Mungkin Anda sedikit bingung, apa hubungan pemasaran, produk, organisasi dan keuangan dengan penyakit tuli, mencret, muntah, kurap, batuk, kutil dan campak, ya? Simak tujuh poin berikut, dan temukan jawabannya.

1. Tuli

Tuli, “Satu Pembeli”. Mungkin hal ini sangat janggal, mengapa ada pengusaha yang hanya memiliki satu atau dua pembeli saja. Ini bisa menjangkit Anda yang kurang dapat menerima informasi. Bila sudah mendengar satu informasi ia tidak dapat mendengar/tidak mau mendengar informasi baru.

Bila satu-satunya pembeli tidak membeli, maka outlet jadi sepi. Kadang kala ada usaha yang menderita penyakit ini tapi tetap sukses, tetapi tidak banyak, dan biasanya mereka memiliki suatu hubungan yang khusus dengan pembeli, tetapi hubungan ini putus setelah outlet atau dealer Anda mengalami masalah.

Tuli dapat diobati dengan “PERMEN”, yang dimaksud adalah “Pengecer atau Multi Konsumen”. Anda sebaiknya menjadi pengecer yang melayani partai kecil atau eceran, bukan grosir, yang hanya menjual partai besar.

2. Muntah

Yang dimaksud dengan muntah adalah “ Menjual Mentah”. Ini akan menjangkit Anda yang kurang kreatif dalam berjualan. Berikan nilai tambah untuk handphone yang Anda jual, misalnya fasilitas purna jual.

Muntah dapat diobati dengan “PROMAH’, yang dimaksud adalah “Proses dan Nilai Tambah”. Anda harus lebih kreatif untuk bisa menarik pembeli.

3. Mencret

“Menjual ceroboh dan Teledor”. Pelaku bisnis sering kurang perhatian terhadap pembelinya, pelayanan yang tidak baik, sering “Mengecewakan Pembeli” dan bisa menyebabkan pembeli lari ke tempat lain. Meski sederhana, penyakit ini juga dapat mematikan.

Penyakit ini diakibatkan oleh kecerobohan dan kurang hati-hati. Secara tak sadar, kadang frontliner sering menyinggung perasaan pembeli. Kadang pula frontliner tidak memahami kebutuhan pembeli. Akibatnya, pembeli tidak datang lagi karena kecewa, sehingga lama kelamaan pembeli habis tidak ada yang berkunjung.

Misalnya ada seorang pelanggan menanyakan mengenai fitur handphone, tetapi frontliner tidak dapat memberikan jawaban yang memuaskan. Calon pembeli tentunya kecewa dan kemungkinan besar tidak akan kembali ke tempat Anda. Atau bahkan ketika ada pelanggan datang, Anda tidak begitu menghargainya. Anda menjawab pertanyaan dengan ketus misalnya.

Mencret (Menjual ceroboh dan Teledor) dapat diobati dengan “ KEMENYAN”, yang dimaksud adalah “Ketrampilan Menjual dan Ramah”, diperlukan peningkatan ketrampilan penjualan, terutama dalam mengatasi keberatan pelanggan secara bijaksana.

4. Kurap

Penyakit kurap adalah “Kurang Pemasok/suplier”, tak jarang beberapa outlet hanya bergantung pada satu dealer. Ini biasanya menjangkit outlet baru yang masih memiliki sedikit referensi tempat kulakan.

Akibatnya, dealer tersebut dianggap sebagai langganan, percaya penuh, sehingga tidak pernah membandingkan dengan dealer lain. Padahal, mungkin saja di tempat lain harga bisa lebih murah atau kualitasnya lebih bagus.

Kurap dapat diobati dengan “Surbek T” yang dimaksud adalah “Survey ke banyak dealer dan Tempat Lain”. Meskipun membeli dalam jumlah sedikit, perlu kiranya membeli barang ke berbagai dealer agar dapat mengetahui perkembangan dan dapat membandingkan harga. Selain itu juga penting untuk membina hubungan. Memang tidak selalu satu dealer itu buruk untuk outlet Anda. Tapi tidak ada salahnya jika membuat referensi.

5. Batuk

Batuk, “Barang Tunggal dan Ketinggalan Model”, juga sering dijumpai di beberapa outlet. Pengusaha yang demikian biasanya tidak memiliki daya kreatif dan tidak mau diberi saran.

Batuk dapat diobati dengan “Diatab” yang dimaksud adalah “Diversifikasi Produk dan Tambah Barang ”. Diversifikasi dijalankan dengan produk yang sejenis atau yang mendukung. Pada periode-periode tertentu perlu dilakukan perubahan mode sekaligus mengamati perkembangan selera pasar.

Misalnya, Anda harus pandai memilah handphone-handphone yang ditawarkan kepada pelanggan. Semakin beragam dan lengkap barang yang dijual, pembeli akan puas karena banyak pilihan.

6. Kutil

Yang dimaksud adalah “Kurang Terampil”. Banyak pemain memasuki bisnis tanpa memiliki ketrampilan yang baik dan hal ini tetap terus dipertahankan selama usaha. Mereka lantas enggan meningkatkan ketrampilan, lebih-lebih untuk meningkatkan kemampuan bawahannya, karena dianggap hanya akan menambah biaya operasional saja.

Kutil dapat diobati dengan “Kurma”, yang dimaksud adalah “Kursus dan Magang”. Mengikuti baik pelatihan teknis maupun manajerial. Anda bisa mengadakan training untuk frontliner atau kursus servis handphone untuk teknisi Anda.

7. Campak

“Campuran Usaha dan Keluarga”. Penyakit ini adalah penyakit yang paling parah dan paling banyak dijumpai. Hanya dengan kesadaran yang kuat penyakit ini dapat disembuhkan.

Karena sering tidak dapat mengontrol diri sendiri, maka banyak masalah timbul. Masalah yang dijumpai dalam hal ini adalah sulit melakukan kontrol keuangan. Pengeluaran keluarga sering dijumpai jauh lebih besar dari pengeluaran perusahaannya. Misalnya berfoya-foya ketika perusahaanya untung dengan menggunakan uangnya secara konsumtif untuk keperluan keluarga, karyawan tidak ikut menikmati, bahkan uang lembur diberikan terlambat.

Campak dapat diobati dengan “Oralit”, yang dimaksud adalah “Moral dan Itikad”. Obat utama dari penyakit ini adalah moral, etika dan nilai yang baik, tidak hanya dipahami tetapi juga diterapkan. Tanpa hal ini, banyak usaha tidak berkembang bahkan mengalami banyak masalah.

Tanpa didasari moral yang baik, maka pelatihan manajemen keuangan, pembukuan sederhana, dan pemasaran tidak ada manfaatnya sama sekali. Pengontrolan hanya bisa dilakukan dengan moral yang baikdan kuat. Bila pemilik sudah tertutup dan tidak dapat mengontrol dirinya, maka usaha akan terus menerus dalam kesulitan.

Diolah dari artikel” 7 Hambatan Pengusaha Kecil” oleh Yanto Sidik Pratiknyo-Lembaga Manajemen PPM. Dimuat di tabloid outlet edisi 20
Sumber:
forum telkomsel outlet online

Selengkapnya »»

Selasa, 18 November 2008

FOREVER KARTU As

Capek untuk mengingat kapan masa aktif kartu Pra bayar kamu akan berakhir…?
Capek untuk harus selalu isi ulang kartu Pra bayar kamu agar nomor tidak hangus…?
Capek karena tiba-tiba telpon kamu terputus karena masa aktif kartu kamu dan habis…?

Semua nya bisa terjawab apabila kamu menjadi pelanggan Kartu As.

Kini Kartu As menghadirkan program baru yang sangat menyenangkan.

Forever Kartu As menjawab semua masalah kamu terhadap masa aktif kartu Pra bayar.

Kartu As adalah satu-satunya Kartu Pra bayar yang masa aktif nya tidak bergantung dengan seringnya kamu isi ulang.
Hanya Kartu As satu-satunya kartu pra bayar yang masa aktif nya berdasarkan penggunaan.

Cukup dengan sekali telpon atau SMS atau semua transaksi yang berbayar minimal senilai Rp. 10,- maka Kartu As kamu akan dijamin aktif terus selama 30 hari kedepan.

Mekanisme ini akan berlangsung terus menerus sehingga Kartu As kamu akan bisa aktif SEUMUR HIDUP…!!! Hebat kan.

Untuk kamu yang sudah menjadi pelanggan Kartu As, kamu bisa menikmati program ini sejak tanggal 17 November 2008.
Untuk kamu yang belum menggunakan Kartu As, segeralah bergabung dengan lebih dari 20 juta pelanggan Kartu As lain yang telah menerima semua kemudahan dari Kartu As.

FOREVER KARTU As

FOREVER AKTIFNYA ! 1x untuk seumur hidup
FOREVER MURAHNYA ! Bicara 1 Menit Gratis 1 Menit 24 Jam Non Stop
FOREVER PAKE’NYA ! Buat Nelpon dan SMS-an Sepuasnya

Sumber: Telkomsel

Selengkapnya »»

Senin, 17 November 2008

simPATI Promo

simPATI PeDe…Nelpon Rp.0,5/detik Gak Ada Batas !
Gak Bikin Kantong Bolong, Sinyalnya Gak Bolong-bolong!

Tarif hemat Rp. 0,5/detik yang berlaku ke sesama pelanggan Telkomsel ini bisa terus dinikmati oleh seluruh pelanggan simPATI dengan kualitas dan layanan yang terbaik, mulai tanggal 1 Oktober s.d 30 November 2008, dengan tarif sbb :

Tarif Panggilan ke sesama Telkomsel (Kartu As, KartuHALO & simPATI)

1. Tarif Hemat PeDe : Pukul 00.00 - 05.59 waktu setempat

Rp. 0,5/detik dari detik pertama sampai sepuasnya gak ada batas

2. Tarif PeDe : Pukul 06.00 - 11.59 waktu setempat

Rp. 15/detik untuk 30 detik pertama, selanjutnya Rp. 0,5/detik sampai sepuasnya gak ada batas

3. Tarif PeDe : Pukul 12.00 - 17.59 waktu setempat

Rp. 15/detik untuk 60 detik pertama, selanjutnya Rp. 0,5/detik sampai sepuasnya gak ada batas

4.Tarif PeDe : Pukul 18.00 - 23.59 waktu setempat

Khusus Jawa, Bali dan NTB

Rp. 15/detik untuk 130 detik pertama, selanjutnya Rp. 0,5/detik sampai sepuasnya gak ada batas

Khusus Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua dan NTT

Rp. 15/detik untuk 130 detik pertama, selanjutnya Rp. 0,5/detik sampai menit ke-13. Skema tarif berulang di menit selanjutnya.

Sedangkan untuk Tarif ke operator lainnya, pelanggan simPATI juga terus dapat menikmati Tarif Per Detiknya sebagai berikut :

Tarif Panggilan ke Operator lain

Rp. 25/detik untuk 2 menit pertama, selanjutnya Rp. 0,5/detik sampai menit ke-5. Skema tarif berulang di menit selanjutnya.

Tarif Lokal ke PSTN

Rp. 15/detik untuk 2 menit pertama, selanjutnya Rp. 0,5/detik sampai menit ke-5. Skema tarif berulang di menit selanjutnya.

Tarif Non Lokal ke PSTN

Rp. 35/detik untuk 2 menit pertama, selanjutnya Rp. 0,5/detik sampai menit ke-5. Skema tarif berulang di menit selanjutnya.

Dan terus nikmati juga tarif murah SMS hanya Rp. 100/SMS ke sesama pelanggan Telkomsel dan Rp. 150/SMS ke operator lainnya.

Selengkapnya »»

Minggu, 16 November 2008

Baca Isi Ponsel Orang Lain Via Bluetooth

Sejak lima tahun lalu, fitur Bluetooth menghiasi sebagian besar -ponsel baru. Si gigi biru mengambil alih posisi inframerah yang lebih dahulu eksis. Banyak keuggulan yang ditawarkan Bluetooth. Melalui fasilitas ini, Anda dapat bertukar kartu nama digital, chatting, bertukar file, hingga membuat jaringan pribadi. Semuanya dilakukan secara wireless alias tanpa kabel.


Di samping kemudahan bertukar file, Bluetooth punya kelebihan lain dibanding inframerah. Dua di antaranya ialah kecepatan transfer yang lebih tinggi, dan tak perlu saling berhadapannya perangkat pengirim dan penerima selama transmisi data.

Karena kelebihan-kelebihan inilah kemudian berkembang berbagai aplikasi yang mengandalkan koneksi Bluetooth. Salah satunya adalah Super Bluetooth Hack. Sebagian dari Anda tentu bertanya-tanya mengapa ada kata “Hack” di belakang nama aplikasi. Apakah aplikasi ini merusak?

Tenang saja, aplikasi ini tidak berbahaya untuk ponsel Anda. Sang pembuat membubuhkan kata “Hack” karena aplikasi ini dapat digunakan untuk melihat isi ponsel orang lain melalui Bluetooth. Beberapa kelebihan yang ditawarkan aplikasi ini, Anda bisa melihat informasi ponsel, daftar panggilan, phone book, SMS, kalendar, menjalankan aplikasi, musik, menulis teks, mengunci ponsel, mengganti nada dering, volume, alarm, jam, bahasa, mode ponsel, profil, koneksi, sampai menekan tombol ponsel secara jarak jauh dari ponsel Anda.

Sayang, saat Sinyal mencoba aplikasi ini, ternyata tidak semua ponsel berBluetooth bisa “di-hack” Ponsel-ponsel dengan sekuriti tinggi tidak bisa diakses dengan mudah melalui aplikasi ini.

Contohnya ponsel Linux. Ponsel dengan sistem operasi ini default-nya mematikan fitur Bluetooth. Jika Anda mengaktifkannya dan membuat Visibility-nya dalam mode On, Bluetooth hanya akan bisa dicari oleh perangkat lain dalam 10 menit. Setelah itu secara otomatis ponsel tidak bisa dicari lagi di “udara bebas” Kalaupun bisa terhubung, ponsel juga tidak memberikan akses penuh begitu saja. Itu sebabnya mengapa aplikasi ini praktis tidak bisa digunakan untuk mengoprek ponsel-ponsel tertentu.

Gratis, Mudah
Untuk menggunakan aplikasi unik ini, sangatlah mudah. Setelah mengunduh Super Bluetooth Hack v1.07.jar disini (hanya 106KB), Anda bisa memilih menu Connect dari jendela utama aplikasi.

Setelah itu, Anda bisa memilih perangkat yang ingin diakses dari daftar (jika sebelumnya Anda pernah mengakses perangkat tersebut) atau pilih Inquiry devices untuk mencari perangkat di sekitar Anda yang Bluetooth-nya sedang aktif.

Setelah ditemukan, Anda cukup menekan tombol Connect. Tak lama kemudian, koneksi ke ponsel tujuan akan terbentuk. Anda akan melihat menu-menu yang menawarkan akses penuh ke ponsel tersebut. Pilihlah yang Anda suka. Super Bluetooth Hack akan menggunakan akses yang didapatnya untuk mengeksekusi ponsel “target”.

Dalam menggunakan aplikasi ini Anda mungkin menemui ada beberapa fungsi yang tidak bekerja dengan baik di semua tipe ponsel. Dengan mengaktifkan kotak cek Disable Unsuported Functions pada menu Settings, kemungkinan ini akan berkurang. Sebab, beberapa fitur yang tidak dapat bekerja di ponsel tujuan akan dieliminasi dan tidak ditampilkan pada menu.

Jangan lupa, aturlah menu Saving Files to yang juga terdapat pada menu Settings untuk menentukan di mana Anda ingin menyimpan berbagai file yang didapat dari ponsel tujuan.


TIPS: Agar Anda tidak menjadi “korban” aplikasi ini, pastikan Bluetooth Anda dalam kondisi tidak aktif jika tidak digunakan. Selain akan menghemat batere, aplikasi semacam Super Bluetooth Hack tidak akan bisa mengakses ponsel yang Bluetoothnya mati.

Sumber: Sinyal

Selengkapnya »»

Sabtu, 15 November 2008

Membaca Data Terhapus Dari Simcard

SMS bisa diatur agar disimpan di simcard atau di memori ponsel. Namun, secara default (standar) sms akan disimpan dalam simcard. Artinya, jika simcard dipindahkan ke ponsel lain, sms tetap akan bisa dibaca. Umumnya, kapasitas simpan sms dibatasi sebesar 30 sms saja, karena keterbatasan memorinya

SMS yang ada di ponsel, berisi informasi penting, hilang begitu saja. Bisa saja Anda secara tidak sengaja maupun sengaja menghapus SMS tersebut. Meski sms yang diinginkan sudah dicari di memory ponsel, namun hasilnya nol besar. Bisa jadi SMS tersebut nyangkut ke memory simcard, sehingga memerlukan peralatan dan software khusus untuk membacanya. Software bernama GSM Sim utility versi 6. tersebut aslinya diciptakan untuk meng-kloning simcard anda ke simcard blank (kosong) yang dapat diisi hingga 16 nomor sekaligus.

Di dalam paket software ini ada sebuah aplikasi Sim Editor yang dapat digunakan untuk membaca kembali semua SMS yang telah terhapus dan nyangkut di memory Simcard anda. Anda bisa men-download software ini secara gratis di situs http://www.kagakribet.com/download.php. Sementara, untuk membaca sim card-nya anda juga perlu simcard reader khusus. Simcard reader berupa sebuah alat kecil yang bisa membaca isi simcard yang dimasukkan ke dalamnya. Tentu saja dibutuhkan sebuah komputer untuk membacanya.

Untuk mengoperasikan software ini sangatlah mudah. Pertama, Anda harus menginstall driver yang sesuai untuk sim card reader tersebut. Selanjutnya install software GSM Sim utility versi 6.6. Setelah selesai, Anda bisa mencoba memasang simcard reader dan masukkan simcard di dalam slot yang tersedia di simcard reader tersebut. Selanjutnya jalankan software tersebut. Setelah muncul layar pembuka aplikasi Sim Editor, pilih tombol “Connect to Card Reader” yang ada di bagian atas sebelah paling kiri. Pastikan simcard reader telah terkoneksi dengan software, klik ”OK” dan mulailah membaca simcard anda dengan memilih tombol bertuliskan ”SMS” lalu pilih tombol kedua bergambar panah ke kiri ”Read from SIM Card”. Tunggu beberapa saat, maka Anda akan dapat melihat data SMS yang telah terhapus namun masih tersimpan rapi di memory SIM card Anda.

Jangan kaget jika Anda mendapati SMS anda beberapa tahun lalu masih tersimpan disitu.
Jika perlu anda bisa menyimpan SMS tersebut menjadi sebuah file dengan cara memilih tombol ”Save” atau gambar disket. Gampang sekali khan? Kini Andapun bisa juga membongkar data-data SMS istri, suami atau anak anda, siapa tahu mereka punya rahasia yang tidak Anda garapkan. Walah!!

Antonius Aditya Hartanto
Praktisi Telekomunikasi, Tinggal di Bogor

Selengkapnya »»

Jumat, 14 November 2008

Mitos Seputar Seluler


Di sekitar kita banyak sekali mitos berkembang, isunya memelintir dan mengarahkan otak untuk percaya, padahal belum ada peristiwa yang membuktikannya. Tak heran sebuah mitos selalu menjadi pro-kontra tak kunjung henti.

Pada ranah seluler yang sarat teknologi tak luput dihinggapi isu-isu miring yang mungkin bisa menyesatkan. Waspadalah, dengan informasi yang belum tentu benar, bisa saja kita keliru mengambil keputusan. Maka kita harus lebih bijak dan teliti dalam menaggapi mitos-mitos ini. kira-kira isu apa saja yang masih diperdebatkan pada dunia seluler saat ini.

Ponsel yang digunakan di POM bensin dapat menyebabkan ledakan
Hingga saat ini belum pernah terjadi ledakan di pom bensin diakibatkan oleh penggunaaan ponsel. Larangan penggunaan ponsel di pom bensin sendiri lebih pada kekhawatiran akan mengacaukan sistem penghitung literan yang sebagian besar sudah berteknologi digital.

Sinyal ponsel dapat menggangu sistem navigasi pesawat
Menurut penelitian, sinyal ponsel dapat merambat melalui celah/jendela kemudian menjalar sampai pada antena pesawat kemudian mengganggu radar, alat navigasi, dan lainnya. Namun menurut pengamatan NASA dan FAA belum ditemukan bukti dari sebuah kecelakaan pesawat disebabkan oleh sinyal yang dikeluarkan ponsel, meskipun beberapa pilot berpendapat sebaliknya.

Menggunakan handsfree dapat mengurangi radiasi
Dengan menggunakan handsfree sebenarnya bukan tingkat radiasi yang dikurangi, namun arahnya saja yang dipindahkan dan menjauh dari kepala. Radiasi sendiri lebih kuat disebarkan di seputar antena, dengan menggunakan handsfree jarak ponsel dengan telinga menjadi lebih jauh sehingga dapat meminimalkan efek radiasi.

Radiasi ponsel dapat menyebabkan kanker
Isu ini masih diperdebatkan. Menurut penelitian yang dilakukan Institute of Cancer Research belum ditemukan kasus kanker yang disebabkan oleh penggunaan ponsel, namun mereka mengatakan efek radiasi dapat menyebabkan penyakit mematikan ini.

Ponsel yang disimpan dalam saku akan mengurangi kualitas sperma
Pendapat tersebut mengacu pada sebuah penelitian di sebuah klinik di Ohio. Disimpulkan, jika seseorang yang menggunakan ponsel lebih dari 4 jam sehari ternyata memiliki jumlah sperma yang lebih sedikit dengan jumlah sperma berkualitas baik lebih sedikit. Hasil penelitian ini masih dipertanyakan sebab tidak mempertimbangkan faktor lainnya seperti penggunaan obat-obatan.

SMS lebih murah daripada menelpon
Akhir-akhir ini banyak operator yang menawarkan tarif promosi dimana harga menelepon menjadi sangat murah, bahkan gratis. Khususnya menelepon ke sesama operator, berkomunikasi melalui jalur suara mungkin akan terasa lebih efisien.

Tarif CDMA lebih murah dari GSM
Sekarang ini tarif GSM sudah murah, bahkan ada yang berani menawarkan satu rupiah per menitnya. Bandingkan dengan harga menelepon dengan kartu CDMA yang rata-rata 50 rupiah semenit. Namun, yang patut diperhatikan pada nomor-nomor GSM adalah skema penarifan yang terkadang rumit, serta batas waktu promosi.

Telepon seharian hanya bayar satu menit
Tidak mungkin seseorang mampu menelpon seharian tanpa putus, selain karena daya tahan perangkatnya (ponsel) yang tidak memungkinkan, siapa sih yang biasa mengobrol seharian penuh dalam satu kali sambungan. Menurut beberapa penelitian didapatkan data rata-rata menelepon hanya 3 menit saja. Bonus menelepon lama bisa jadi hanya sebatas alat promosi saja.

Antena internal sinyalnya lebih lemah
Sebenarnya daya tangkap ponsel lebih tergantung pada kualitas sinyal yang dipancarkan dari BTS serta daerah di mana ponsel berada dan karakteristik antena itu sendiri. Sementara letak antena tidak terlalu mempengaruhi kuat lemahnya sinyal secara signifikan.

Mengisi baterai harus dilakukan ketika baterai sudah habis
Setiap jenis baterai mempunyai karakteristik sendiri, untuk baterai jenis Lithium dan Polymer bisa diisi sebelum baterai benar-benar habis. Sementara baterai jenis Nikel dan NiMH harus diisi ketika baterai kosong sebab memiliki efek memori permanen yaitu mengingat posisi energi nol yang terjadi pada saat pengisian.

Baterai dengan Ampere besar dapat bertahan lebih lama
Belum tentu, selain dipengaruhi kapasitas ampere, daya tahan sebuah baterai ponsel dipengaruhi banyak faktor seperti jenis prosesor yang digunakan, sistem operasi, warna layar, dan lainnya. Semakin banyak komponen-komponen tersebut menyedot daya maka daya tahan baterai pun semakin boros.

Sumber: Bone Outlet Community

Selengkapnya »»

Telkomsel dan Dikti Gelar Program Sinergi Pendidikan-Dunia Usaha

COOP Telkomsel: Direktur Keuangan Telkomsel Triwahyusari (kedua kanan) didampingi Ketua Bersama Dewan Pengembangan Program Kemitraan (DKKP) Rahardi Ramelan (paling kiri) dan A.A. Nasution (kedua kiri), serta Head of Customer Team Nokia Siemens Networks J.P. Takala (paling kanan) seusai penandatanganan program Cooperative Academic Education Program (COOP) (12/11). Program ini bertujuan untuk meningkatkan mutu lulusan perguruan tinggi dan relevansi pendidikan di perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha, serta menciptakan lulusan sebagai subyek penyedia lapangan kerja (kewirausahaan).

Jakarta, 13 November 2008
Telkomsel bekerjasama dengan DPPK (Dewan Pengembangan Program Kemitraan) Dikti menyelenggarakan program Cooperative Academic Education Program (COOP), yang bertujuan untuk meningkatkan mutu lulusan perguruan tinggi dan relevansi pendidikan di perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia usaha, serta menciptakan lulusan sebagai subyek penyedia lapangan kerja (kewirausahaan).

Program ini merupakan bentuk dukungan Telkomsel pada dunia pendidikan dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), di mana saat ini fenomena jumlah lulusan yang tidak terserap di pasar kerja akan semakin meningkat apabila kurikulum perguruan tinggi tidak dijembatani dengan kebutuhan dunia usaha, terlebih lagi jika lulusan perguruan tinggi tidak siap untuk menciptakan lapangan kerja.

Telkomsel telah memulai program COOP ini, di mana para mahasiswa diberi kesempatan untuk mengenal lebih jauh dunia kerja di Telkomsel dalam kegiatan-kegiatan yang hampir mirip dengan magang. Selain itu, para mahasiswa akan mendapat honor dan kewajiban layaknya karyawan sehingga mereka benar-benar belajar bekerja yang membekali mereka dengan berbagai kemampuan. Peserta COOP ini juga berkewajiban untuk membuat anallisa dan laporan yang nantinya akan dibawa ke institusi pendidikan terkait sebagai dasar penyusunan maupun pengembangan kurikulum.

Dalam kesempatan tersebut, Telkomsel juga berkomitmen mengembangkan program ini melalui kerjasama pengembangan kewirausahaan, dalam hal ini industri telekomunikasi sebagai salah satu industri yang berkembangan sangat pesat di Indonesia. Melalui program COOP yang mengaitkan perusahaan dan industri, diharapkan tidak hanya mempersiapkan mahasiswa untuk bekerja di perusahaan, tetapi juga memberikan kesempatan untuk berusaha/berwirausaha di industri telekomunikasi.

Direktur Keuangan Telkomsel Triwahyusari mengatakan, “Kami sangat bersyukur dan merupakan kehormatan tersendiri untuk dapat kembali berkontribusi mendukung program yang kami harapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia dari mahasiswa untuk menjadi calon entrepreneur di dunia usaha Indonesia.”

“Telkomsel tidak hanya memperhatikan perkembangan dari internal perusahaan, tapi yang penting Telkomsel bertekad mengembangkan dunia usaha di Indonesia yang dimotori sumber daya dari Indonesia sendiri. Kami telah mengembangkan dan meneruskan program ini dengan menggandeng unsur-unsur mitra kerja yang terkait dengan dunia usaha kami, misalnya mitra vendor dan ATPM ponsel,” ungkap Triwahyusari.

Industri telekomunikasi merupakan industri yang secara nyata memberikan kontribusi positif, di mana kontribusi telekomunikasi terhadap Gross Domestic Product (GDP) tahun 2006 saja mencapai 2,89 persen dari total GDP di Indonesia. Belum lagi kontribusi untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Saat ini industri telekomunikasi mampu merangsang dan menghasilkan manfaat bagi industri atau dunia usaha lain dari hulu sampai hilir, seperti Konten, Musik, Voucher, dan Servis Ponsel.

Hal tersebut tentunya patut didukung dengan kuantitas dan kualitas SDM yang ditunjang kurikulum pendidikan yang relevan, serta SDM yang mampu menciptakan kesempatan-kesempatan baru di industri telekomunikasi. Hal ini juga mengingat arah perkembangannya yang bergerak maju, Indonesia merupakan pasar yang menjanjikan dengan kondisi geografis negara kepulauan yang luasnya 1,9 juta km persegi dengan angka penetrasi selular masih kecil, sekitar 37 persen dari 240 juta penduduk. Bahkan 63 persen penduduk merupakan usia muda produktif yang merupakan kalangan dengan “senses of technology” yang tinggi dan antusiasme terhadap perkembangan teknologi yang sangat besar.

Ketua Bersama DPPK Rahardi Ramelan mengatakan program ini terkait dengan pilar kebijakan Depdiknas, yakni relevansi pendidikan. Interaksi antara dunia nyata dan dunia pendidikan sangat penting. Tujuannya agar pendidikan menjadi relevan sesuai kebutuhan masyarakat baik dari aspek sosial, ekonomi, politik, maupun budaya. Program ini memberi peluang bagi mahasiswa untuk berinteraksi dengan dunia bisnis dan usaha yang nyata.

Hal senada diungkapkan A.A. Nasution yang juga merupakan Ketua Bersama DPPK, “Program ini akan menghadapkan mahasiswa dengan permasalahan-permasalahan dan tantangan riil di dunia nyata, di mana kepemimpinan akan lahir dari interaksi sosial.”

Selengkapnya »»

Senin, 10 November 2008

Telkomsel tingkatkan kapasitas komunikasi di Kapal Laut, 14 kali lipat

Telkomsel Bahari:
Seorang pelanggan sedang menggunakan ponselnya di tengah laut. Bertepatan dengan Hari Pahlawan, Telkomsel kembali menggelar layanannya di kapal PELNI KM Gunung Dempo yang melayani jalur laut Jakarta – Papua dengan menghadirkan layanan komunikasi, data, dan telemetri di kapal tersebut. KM Dempo merupakan kapal ke-3, setelah sebelumnya KM Labobar dan Kelud yang menikmati layanan Telkomsel, di mana tahun ini direncanakan 12 kapal dapat terlayani dan menyusul keseluruhan 24 kapal penumpang milik PELNI.


Bertepatan dengan hari pahlawan, Telkomsel kembali memerdekakan kapal PELNI di mana kali ini adalah KM Gunung Dempo yang melayani jalur laut Jakarta – Papua dengan menghadirkan layanan komunikasi dan telemetri di kapal tersebut. Dengan begitu kini seluruh penumpang dan awak dapat berkomunikasi suara dan data di sepanjang jalur laut.

KM Gunung Dempo merupakan kapal penumpang ke-24 milik PELNI yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Pelabuhan Makassar, 26 September 2008 lalu. Kapal ini berkapasitas 1.583 penumpang dan kapasitas angkut kontainer 98 TEUS yang melayani jalur Jakarta-Surabaya-Makassar-Ambon-Sorong-Biak/Serui-Jayapura PP.

Saat ini Telkomsel telah memasang infrastruktur telekomunikasinya di 3 kapal penumpang PELNI. Kapal KM Dempo merupakan kapal ke-3, di mana sebelumnya KM Labobar dan Kelud pada Juni dan September lalu. Di tahun ini direncanakan 12 Kapal dapat terlayani dan menyusul keseluruhan 24 kapal penumpang milik PELNI.

Hal ini menjadikan tahun ini merupakan milestone kemerdekaan komunikasi Kapal PELNI, di mana untuk pertama kalinya hadir solusi telekomunikasi murah baik suara maupun data yang memungkinkan penumpang dan awak kapal bisa berkomunikasi sekaligus memantau kapal di sepanjang jalur laut dengan layanan telemetri real time.

”Tidak hanya jumlah kapalnya yang akan terus ditambah, tetapi Telkomsel juga terus berinovasi menghadirkan kapasitas layanan yang semakin besar sehingga penumpang dan awak kapal makin nyaman dalam berkomunikasi. Satu micro BTS yang dipasang di kapal Dempo didukung 12 Trx (transmitter and receiver exchange) atau 84 kanal komunikasi. Jadi meningkat 14 kali lipat dibanding satu pico BTS sebelumnya di Kapal Labobar yang hanya 6 kanal,” ungkap Manager Corporate Communications Telkomsel Suryo Hadiyanto.

Di samping itu, untuk layanan data di kapal PELNI didukung teknologi EDGE (Enhanced Data rate for GSM Evolution) yang berkemampuan menghadirkan kecepatan akses data mencapai 64-128 kbps (kilobyte per second). Sedangkan bandwidth satu BTS micro Telkomsel di kapal yang dipancarkan ke satelit mencapai 2.048 Mbps (Megabyte per second), baik untuk suara maupun data.

”Keberhasilan Telkomsel menghadirkan layanan telekomunikasi di kapal penumpang PELNI ini, seiring kesuksesan Telkomsel dalam mengimplementasikan inovasi teknologi berupa BTS Pico via satelit VSAT IP (Internet Protocol) berbasis teknologi selular berkonsep “Remote Solution System” pertama di Indonesia bahkan di dunia,” tegas Suryo.

“Teknologi yang kami manfaatkan adalah teknologi GSM dengan rekayasa hasil karya anak bangsa dalam memanfaatkan teknologi Antena Auto Tracking serta Aplikasi Satelit ditambah dengan teknologi Power Supply, sehingga lebih simpel dan efektif digunakan di kapal yang bergerak,” papar Suryo.

Suryo menambahkan bahwa sebagai negara kepulauan sepanjang 1/8 bentangan dunia dengan luas 1,9 juta km persegi yang memiliki 18.000 pulau, geografis Indonesia memiliki tantangan tersendiri. Kehadiran Telkomsel di KM Dempo di momen Hari Pahlawan ini merupakan kontribusi Telkomsel dalam memelihara keutuhan NKRI dengan mengintegrasikan jalur laut Indonesia, di mana 2/3 Indonesia merupakan wilayah kelautan.

Hadirnya layanan Telkomsel di jalur laut juga memberikan nilai tambah bagi PELNI dalam hal pemanfaatan untuk telemetri (kesediaan bahan bakar, suhu kapal), juga auto tracking realtime kapal di sepanjang jalur pelayaran. Selain tentunya yang utama bermanfaat bagi masyarakat untuk tetap dapat menelepon keluarga maupun rekannya di tengah laut sekalipun. Bahkan penumpang dapat menggunakannya ber-internet, MMS, serta layanan data lainnya karena telah dilengkapi dengan teknologi GPRS dan EDGE.

Menghadirkan layanan telekomunikasi di jalur laut PELNI merupakan kelanjutan dari upaya Telkomsel untuk melayani seluruh wilayah Indonesia hingga pelosok. Sebelumnya di tahun 1996 telah sukses melayani seluruh propinsi, kemudian tahun 2005 berhasil melayani seluruh kota dan kabupaten, serta dilanjutkan ke seluruh kecamatan dan pedesaan.

”Keberhasilan menghadirkan jaringan hingga wilayah terpencil dan jalur laut menjadi kebanggaan tersendiri, sekaligus wujud nyata Telkomsel dalam meningkatkan layanannya tanpa pilih-pilih lokasi dan motivasi bisnis semata. Kami hanya ingin tak ada lagi wilayah Indonesia yang terisolir dan Negara Kesatuan Republik Indonesia terintegrasi dengan adanya jaringan komunikasi dan informasi,” pungkas Suryo.

Selengkapnya »»

Sabtu, 08 November 2008

Trik Agar Dokumen Tak Hilang

Ada beberapa tips agar dokumen tidak hilang. Tidak perlu hal-hal yang kelewat teknis. Cukup ubah kebiasaan berkomputer saja.

Di Windows, ada folder bernama “My Documents”. Folder itu sudah dari sananya ada di Windows, seolah Microsoft membuatkan sebuah tempat bagi pengguna Windows untuk menyimpan dokumen-dokumen.

Standarnya, folder itu berada di dalam satu drive dengan sistem operasi—bukan sesuatu yang aman. Kenapa enggak aman? Karena ketika sistem operasi terganggu, bisa jadi dokumen-dokumen yang ada di folder itu juga turut terganggu, bahkan tidak bisa diakses sama sekali.

Kalau dokumen sudah tidak bisa diakses kembali, orang bisa panik, kemudian mengangkat telepon, menghubungi PCplus, bertanya bagaimana memperoleh dokumen itu kembali. Ya, itulah pertanyaan yang beberapa hari terakhir ini PCplus terima melalui telepon.

Makanya, kali ini PCplus berikan tutorial untuk mencegah hilangnya data. Tujuannya biar seperti kata pepatah “sedia paying sebelum hujan”. Tapi, tutorial ini tidak menjamin data seratus persen aman. Mengutip kata pelawak Asmuni (almarhum), “Tidak ada hil yang mustahal.”

Tapi, paling tidak, memperkecil risiko kehilangan data. Ayo deh, mulai dengan tips nomor satu.

Jangan Simpan Data di Drive Sistem Operasi

Masalah ini sudah disinggung sedikit di awal “cerita” tadi. Di mana posisi sistem operasi? Biasanya di C, bukan? Bisa juga di D, kalau komputer punya dua sistem operasi. Pokoknya, mau di mana pun sistem operasi, jangan simpan data di situ.

Ada saja masalah yang bisa menyerang sistem operasi, seperti virus dan file yang korup. Kadang-kadang (atau seringkali ya?) solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah itu adalah dengan menginstal ulang sistem operasi.

Solusinya, kalau punya dua hard disk, simpan data di hard disk yang berbeda dengan hard disk yang berisi sistem operasi. Kalau cuma punya satu hard disk, buatlah sebuah partisi khusus untuk menyimpan data.

Kalau masih merasa takut di hard disk biasa, belilah hard disk eksternal. Nah, pada beberapa hard disk eksternal, ada fitur untuk back-up data. Fitur itu berupa peranti lunak yang secara otomatis akan melakukan back-up terhadap data yang sudah ditentukan dan pada lokasi yang sudah ditentukan pula.

Jadwalkan Back-up

Penentuan lokasi penyimpanan yang berbeda dengan sistem operasi baru satu cara. Tapi ingat, hard disk pun bisa rusak. Makanya, selain disimpan di hard disk, simpan data di tempat lain, misalnya di keeping DVD. Tapi, keping DVD bisa tergores, jadi isinya tidak bisa dibaca?

Kalau satu back-up kurang, buat beberapa. Kalau keping-keping DVD dirasa tidak cukup, cari saja situs web penyimpanan online. Banyak kok situs web yang melayani penyimpanan data online, mulai dari yang gratis sampai yang mahal.

Salah satu situs web yang punya layanan penyimpanan gratis adalah IDrive (www.idrive.com). Situs web ini menyediakan ruang sebesar 2GB. IDrive juga menyediakan peranti lunak untuk mempermudah transfer file. Biar lebih jelas, kapan-kapan PCplus bahas situs web ini deh.

Hati-Hati Menyalin File Baru

Punya file yang mau disalin, misalnya dari USB flash disk (UFD) ke hard disk? Hati-hati. Bukan cuma virus yang perlu diperhatikan (kalau masalah virus sih pasti sudah jadi perhatian), tapi juga nama file.

Jangan sampai, file yang disalin dari UFD, juga media lain, “menimpa” file yang sudah ada di hard disk. Lain halnya kalau itu memang sudah disengaja. Tapi, kalau tidak disengaja, bisa menyebabkan file lain hilang.

Misalnya, ada file “rencana.doc” yang berisi rencana pembelian PC disalin dari UFD ke folder D:-Dokumen di hard disk. Padahal, di tempat itu sudah ada file bernama yang sama tapi isinya rencana pembelian sayur. Lah, kalau saja file dari UFD menimpa file di hard disk, berarti hilanglah rencana pembelian sayur.

Pindahkan “My Documents”

Folder “My Documents” semestinya dipakai untuk menyimpan dokumen. Tapi, malah ada tips agar tidak menyimpan dokumen di situ. Pasalnya, folder itu terletak pada drive yang sama dengan drive sistem operasi. Risikonya tinggi menyimpan file di drive sistem operasi. Ketika sistem operasi bermasalah dan harus diinstal ulang, file bisa hilang.

Salah satu solusi adalah dengan menyimpan file di drive lain. Mubazir dong “My Documents”nya? Yah, begitulah. Tapi, sebetulnya kita bisa merujuk folder lain sebagai folder “My Documents”. Nanti, posisi folder itu tetap sama di Windows Explorer. Tapi sebetulnya, folder itu berada di drive yang lain. Caranya begini.

1. Buka Windows Explorer.

2. Klik kanan pada [My Documents] terus klik [Properties].

3. Klik [Move…].

4. Ketika muncul jendela untuk melakukan browse, cari folder yang berisi dokumen-dokumen.

5. Klik [OK].

6. Tutup jendela Properties.

7. Selesai.


Sumber:
Tabloid PCplus

Selengkapnya »»