Jumat, 28 November 2008

Telkomsel Penuhi Solusi Bisnis Garuda

JAKARTA - Telkomsel dan Garuda Indonesia menandatangani kerjasama penerapan layanan SMS Crew, yang menghadirkan kenyamanan bagi seluruh awak pesawat untuk mendapatkan jadwal penerbangan dan mengakses beragam informasi perusahaan yang dibutuhkan secara mudah langsung dari ponselnya.

Selain itu beragam solusi bisnis lainnya yang meliputi layanan HALOCorporate, Mobile VPN, NSP (Nada Sambung Pribadi) Corporate, Telkomsel BlackBerry, Telkomsel Flash, USSD (Unstructured Supplementary Service Data), dan GFF (Garuda Frequent Flyer) juga telah menjadi bagian dari kerjasama ini.

Sinergi Telkomsel dan Garuda Indonesia didasarkan pada visi kedua perusahaan di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki kesamaan dalam pelayanan publik.

"Solusi Bisnis Telkomsel berupa layanan SMS Crew tentunya sangat dibutuhkan dalam mendukung kelancaran operasional penerbangan Garuda Indonesia, karena kecepatan dan ketepatan informasi berkaitan dengan tugas para awak pesawat, akan mendukung ketepatan jadwal penerbangan. Hal ini tentunya menjadi bagian dari upaya Garuda dalam peningkatan kualitas layanan sekaligus membawa manfaat bagi pelayanan penumpang," ujar Direktur Niaga Telkomsel Leong Shin Loong, melalui keterangan resminya di Jakarta, Rabu (26/11/2008) kemarin.

Dalam kegiatan operasional penerbangannya, Garuda Indonesia melayani 19 kota tujuan internasional dan 22 kota tujuan domestik atau sekitar 279 kali penerbangan per hari. Tentunya bukanlah hal yang mudah untuk dapat mengatur pengiriman dan penerimaan pesan/informasi kepada para awak pesawatnya serta memastikan semuanya terkoordinasi secara tepat.

Melalui Layanan SMS Crew Telkomsel, Garuda Indonesia akan mampu menyederhanakan penyebaran informasi yang harus diketahui oleh seluruh awak pesawat, antara lain menyangkut informasi jadwal tugas selama satu bulan, perubahan jadwal tugas, berita keluarga, serta penyampaian berbagai pengumuman lainnya. Penerimaan SMS ini akan dilakukan baik dengan metode SMS push maupun SMS pull.

"Sebagai 'flag carrier' yang mengoperasikan 52 pesawat dengan 6.500 karyawan dimana 3000 diantaranya adalah crew udara yang mempunyai mobilitas yang sangat tinggi, serta harus memonitor pergerakan pesawat diseluruh dunia, tentunya Garuda Indonesia bergantung pada teknologi tinggi serta system yang canggih," ujar Direktur Operasi Garuda Indonesia Captain Ari Sapari.

Solusi bisnis lainnya adalah Mobile VPN (Virtual Private Network), yang memberikan kehematan tarif komunikasi untuk panggilan sesama Telkomsel dan lebih murah lagi untuk panggilan sesama jaringan karyawan Garuda. Selain itu Telkomsel juga menghadirkan solusi yang mendukung program Customer Relationship Management, yakni Garuda Frequent Flyer (GFF), sehingga anggota GFF dapat mengakses beragam informasi dan previllege-nya seperti info milage langsung dari ponselnya.

Sumber: okezone

Selengkapnya »»

Senin, 24 November 2008

Benarkah Pelanggan Anda Adalah Raja?

Pepatah lama mengatakan: Pelanggan Adalah Raja!

Dan jika bicara mengenai hal yang satu ini, siapapun yang merasa sebagai pebisnis - entah kecil-kecilan atau level korporasi raksasa - pasti akan mengamini pepatah tersebut. Pelanggan adalah sumber penghidupan utama bagi setiap bisnis, dari merekalah semua kegiatan bisnis menerima aliran darah segar yang disebut oleh para ahli keuangan jaman sekarang sebagai 'arus kas positif' yang memberikan energi bagi aktivitas entitas-entitas bisnis yang menjalankannya.

Karena itu dapat dimengerti apabila sebagian besar aktivitas dan sumber daya dari entitas-entitas bisnis yang didapuk pada pundak divisi marketing dan penjualan dicurahkan untuk 'mengamankan' atau mempertahankan jumlah pelanggan yang dimiliki, tentu saja agar bisnis dapat bertahan dan terus bertumbuh.

Bicara soal 'mengamankan' pelanggan, berarti kita bicara bagaimana memuaskan mereka dan menjaga, bahkan bila mungkin meningkatkan tingkat kepuasan tersebut. Seluruh pebisnis yang sadar betul akan pelanggan mereka sebagai asset pasti akan melakukan hal ini. Akan tetapi, upaya ini juga bukan tanpa konsekuensi.

Pelanggan kita yang pastinya adalah manusia juga itu, memiliki sifat-sifat dasar yang persis sama jika menyangkut tentang kepuasan: Bila sudah mencapai tingkat kepuasan tertentu, mereka ingin lebih dan lebih lagi. Dari sudut pandang humanis (apalagi hedonis) hal ini tentu saja lumrah, namanya juga manusia. Tetapi dari sisi pengelolaan perusahaan, entitas bisnis menanggung konsekuensi untuk mengeluarkan BIAYA yang tidak sedikit demi memuaskan pelanggannya.

Tentu saja, mengacu kepada argumentasi di awal, bahwa biaya itu memang harus dikeluarkan untuk menjaga keutuhan asset pelanggan dari entitas bisnis. Akan tetapi, hal ini sebenarnya masih dapat dikritisi lebih jauh lagi alias bukan lagi hal yang sifatnya taken for granted. Pertanyaan penting mengenai hal ini adalah "Apakah biaya yang saya/kita keluarkan sepadan dengan hasil yang kita dapatkan?"

Disinilah pentingnya bagi seorang marketer untuk juga mampu memahami indikator-indikator yang biasa digunakan oleh para analis keuangan. Pertanyaan ini menjadi penting karena setelah dianalisis lebih jauh, biaya marginal yang harus dikeluarkan untuk mempertahankan seorang pelanggan dengan cara memuaskan mereka dapat saja lebih tinggi daripada kontribusi pelanggan itu sendiri.

Dari pemikiran ini, kemudian berkembang pemikiran untuk 'memilah' pelanggan menjadi kategori-kategori tertentu. Dengan memilah pelanggan, upaya dan biaya yang dikerahkan untuk memuaskan mereka dapat menjadi lebih terfokus pada kategori-kategori tertentu yang memang memberikan dampak yang signifikan terhadap penjualan dan pertumbuhan arus kas perusahaan.

Salah satu konsep untuk memilah dan memetakan pelanggan tersebut adalah konsep "Value of Customer vs Value to Customer" dari Gupta & Lehman (2005). Value of Customer adalah indikator seberapa tinggi nilai yang diberikan oleh pelanggan kepada perusahaan, sementara Value to Customer berbicara mengenai seberapa tinggi nilai dari produk dan/atau layanan yang diberikan oleh perusahaan kepada pelanggan.


Dengan demikian, apabila anda sudah merencanakan untuk mengalokasikan anggaran dan program untuk memuaskan dan mempertahankan pelanggan anda dengan memperlakukan mereka sebagai raja, yakinkan bahwa anda hanya memperlakukan raja yang sebenarnya sebagai raja!

Inu Machfud R
Research & Consultant Head BMI Research Jakarta

Sumber: okezone

Selengkapnya »»

Minggu, 23 November 2008

Operator Telekomunikasi Buka Peluang Kejahatan TI

JAKARTA - Operator telekomunikasi dinilai membuka peluang untuk terjadinya kejahatan teknologi informasi. Maraknya penipuan atau teror lewat pesan singkat disebabkan karena tak adanya verifikasi yang jelas tentang identitas pelanggan.

"Operator seharusnya jangan cuma menjual nomor tapi juga harus melakukan verifikasi identitas," ujar Ketua Dewan Pengawas Asosiasi Warung Internet (warnet), Judith MS pada acara diskusi polemik kejahatan teknologi informasi di Warung Daun, jalan Paku buwono, Jakarta Selatan, Sabtu (22/11/2008).

Menurut Judith, operator harus memiliki tata kelola yang baik dalam memverifikasi identitas pelaku, sekalipun resourcesnya masih minim. Berbeda dengan warnet, yang dapat menerapkan DNS filtering untuk mencegah terjadinya kejahatan informasi.

Judith menambahkan pencegahan kejahatan sangat jarang dilakukan operator. Seharusnya operator dapat memberikan kontribusi dalam membantu penegak hukum mengungkapkan penipuan-penipuan berkedok sms atau kejahatan lain yang melalui ponsel.

Sementara itu, staf ahli menkominfo Edmond Makarim mengatakan untuk melakukan verifikasi sebenarnya tak terlalu sulit jika ada standarisasi dan semua operator sepakat untuk mengikutinya.

"Yang diperlukan adalah tata kelola yang baik, maka takkan sulit untuk melakukan verifikasi," kata Edmond.

Edmond mengatakan wacana agar satu orang hanya memiliki satu nomor identitas (single identity number) akan menjadi satu kebutuhan di masa mendatang, termasuk indonesia. (srn)

Sumber: techno.okezone.com

Selengkapnya »»

Rabu, 19 November 2008

Waspadai 7 Penyakit Kronis dalam Berbisnis

Tanpa disadari pengusaha di bidang selular kerap terjangkit 7 penyakit. Jangan dianggap sepele, karena ini bisa mengancam kelangsungan usaha Anda. Waspadai ketujuh gejala tersebut dan temukan solusinya.


Pengusaha outlet kerap menghadapi permasalahan berupa penyakit yang menyerang usahanya. Penyakit ini terkadang dianggap sepele, tetapi banyak yang menyebabkan matinya usaha. Ketujuh penyakit tersebut diantaranya, tuli, muntah, mencret, kurap, batuk, kutil dan campak. Tapi meskipun ada pengusaha outlet yang menderita penyakit ini tetapi dapat besar dan sukses, namun umumnya mengalami banyak permasalahan.

Tujuh penyakit tersebut sebetulnya berkaitan dengan masalah fungsi manajemen, yakni masalah pemasaran (Tuli, mencret, muntah), produk (Kurap dan batuk), organisasi (Kutil), dan keuangan (Campak).

Mungkin Anda sedikit bingung, apa hubungan pemasaran, produk, organisasi dan keuangan dengan penyakit tuli, mencret, muntah, kurap, batuk, kutil dan campak, ya? Simak tujuh poin berikut, dan temukan jawabannya.

1. Tuli

Tuli, “Satu Pembeli”. Mungkin hal ini sangat janggal, mengapa ada pengusaha yang hanya memiliki satu atau dua pembeli saja. Ini bisa menjangkit Anda yang kurang dapat menerima informasi. Bila sudah mendengar satu informasi ia tidak dapat mendengar/tidak mau mendengar informasi baru.

Bila satu-satunya pembeli tidak membeli, maka outlet jadi sepi. Kadang kala ada usaha yang menderita penyakit ini tapi tetap sukses, tetapi tidak banyak, dan biasanya mereka memiliki suatu hubungan yang khusus dengan pembeli, tetapi hubungan ini putus setelah outlet atau dealer Anda mengalami masalah.

Tuli dapat diobati dengan “PERMEN”, yang dimaksud adalah “Pengecer atau Multi Konsumen”. Anda sebaiknya menjadi pengecer yang melayani partai kecil atau eceran, bukan grosir, yang hanya menjual partai besar.

2. Muntah

Yang dimaksud dengan muntah adalah “ Menjual Mentah”. Ini akan menjangkit Anda yang kurang kreatif dalam berjualan. Berikan nilai tambah untuk handphone yang Anda jual, misalnya fasilitas purna jual.

Muntah dapat diobati dengan “PROMAH’, yang dimaksud adalah “Proses dan Nilai Tambah”. Anda harus lebih kreatif untuk bisa menarik pembeli.

3. Mencret

“Menjual ceroboh dan Teledor”. Pelaku bisnis sering kurang perhatian terhadap pembelinya, pelayanan yang tidak baik, sering “Mengecewakan Pembeli” dan bisa menyebabkan pembeli lari ke tempat lain. Meski sederhana, penyakit ini juga dapat mematikan.

Penyakit ini diakibatkan oleh kecerobohan dan kurang hati-hati. Secara tak sadar, kadang frontliner sering menyinggung perasaan pembeli. Kadang pula frontliner tidak memahami kebutuhan pembeli. Akibatnya, pembeli tidak datang lagi karena kecewa, sehingga lama kelamaan pembeli habis tidak ada yang berkunjung.

Misalnya ada seorang pelanggan menanyakan mengenai fitur handphone, tetapi frontliner tidak dapat memberikan jawaban yang memuaskan. Calon pembeli tentunya kecewa dan kemungkinan besar tidak akan kembali ke tempat Anda. Atau bahkan ketika ada pelanggan datang, Anda tidak begitu menghargainya. Anda menjawab pertanyaan dengan ketus misalnya.

Mencret (Menjual ceroboh dan Teledor) dapat diobati dengan “ KEMENYAN”, yang dimaksud adalah “Ketrampilan Menjual dan Ramah”, diperlukan peningkatan ketrampilan penjualan, terutama dalam mengatasi keberatan pelanggan secara bijaksana.

4. Kurap

Penyakit kurap adalah “Kurang Pemasok/suplier”, tak jarang beberapa outlet hanya bergantung pada satu dealer. Ini biasanya menjangkit outlet baru yang masih memiliki sedikit referensi tempat kulakan.

Akibatnya, dealer tersebut dianggap sebagai langganan, percaya penuh, sehingga tidak pernah membandingkan dengan dealer lain. Padahal, mungkin saja di tempat lain harga bisa lebih murah atau kualitasnya lebih bagus.

Kurap dapat diobati dengan “Surbek T” yang dimaksud adalah “Survey ke banyak dealer dan Tempat Lain”. Meskipun membeli dalam jumlah sedikit, perlu kiranya membeli barang ke berbagai dealer agar dapat mengetahui perkembangan dan dapat membandingkan harga. Selain itu juga penting untuk membina hubungan. Memang tidak selalu satu dealer itu buruk untuk outlet Anda. Tapi tidak ada salahnya jika membuat referensi.

5. Batuk

Batuk, “Barang Tunggal dan Ketinggalan Model”, juga sering dijumpai di beberapa outlet. Pengusaha yang demikian biasanya tidak memiliki daya kreatif dan tidak mau diberi saran.

Batuk dapat diobati dengan “Diatab” yang dimaksud adalah “Diversifikasi Produk dan Tambah Barang ”. Diversifikasi dijalankan dengan produk yang sejenis atau yang mendukung. Pada periode-periode tertentu perlu dilakukan perubahan mode sekaligus mengamati perkembangan selera pasar.

Misalnya, Anda harus pandai memilah handphone-handphone yang ditawarkan kepada pelanggan. Semakin beragam dan lengkap barang yang dijual, pembeli akan puas karena banyak pilihan.

6. Kutil

Yang dimaksud adalah “Kurang Terampil”. Banyak pemain memasuki bisnis tanpa memiliki ketrampilan yang baik dan hal ini tetap terus dipertahankan selama usaha. Mereka lantas enggan meningkatkan ketrampilan, lebih-lebih untuk meningkatkan kemampuan bawahannya, karena dianggap hanya akan menambah biaya operasional saja.

Kutil dapat diobati dengan “Kurma”, yang dimaksud adalah “Kursus dan Magang”. Mengikuti baik pelatihan teknis maupun manajerial. Anda bisa mengadakan training untuk frontliner atau kursus servis handphone untuk teknisi Anda.

7. Campak

“Campuran Usaha dan Keluarga”. Penyakit ini adalah penyakit yang paling parah dan paling banyak dijumpai. Hanya dengan kesadaran yang kuat penyakit ini dapat disembuhkan.

Karena sering tidak dapat mengontrol diri sendiri, maka banyak masalah timbul. Masalah yang dijumpai dalam hal ini adalah sulit melakukan kontrol keuangan. Pengeluaran keluarga sering dijumpai jauh lebih besar dari pengeluaran perusahaannya. Misalnya berfoya-foya ketika perusahaanya untung dengan menggunakan uangnya secara konsumtif untuk keperluan keluarga, karyawan tidak ikut menikmati, bahkan uang lembur diberikan terlambat.

Campak dapat diobati dengan “Oralit”, yang dimaksud adalah “Moral dan Itikad”. Obat utama dari penyakit ini adalah moral, etika dan nilai yang baik, tidak hanya dipahami tetapi juga diterapkan. Tanpa hal ini, banyak usaha tidak berkembang bahkan mengalami banyak masalah.

Tanpa didasari moral yang baik, maka pelatihan manajemen keuangan, pembukuan sederhana, dan pemasaran tidak ada manfaatnya sama sekali. Pengontrolan hanya bisa dilakukan dengan moral yang baikdan kuat. Bila pemilik sudah tertutup dan tidak dapat mengontrol dirinya, maka usaha akan terus menerus dalam kesulitan.

Diolah dari artikel” 7 Hambatan Pengusaha Kecil” oleh Yanto Sidik Pratiknyo-Lembaga Manajemen PPM. Dimuat di tabloid outlet edisi 20
Sumber:
forum telkomsel outlet online

Selengkapnya »»

Selasa, 18 November 2008

FOREVER KARTU As

Capek untuk mengingat kapan masa aktif kartu Pra bayar kamu akan berakhir…?
Capek untuk harus selalu isi ulang kartu Pra bayar kamu agar nomor tidak hangus…?
Capek karena tiba-tiba telpon kamu terputus karena masa aktif kartu kamu dan habis…?

Semua nya bisa terjawab apabila kamu menjadi pelanggan Kartu As.

Kini Kartu As menghadirkan program baru yang sangat menyenangkan.

Forever Kartu As menjawab semua masalah kamu terhadap masa aktif kartu Pra bayar.

Kartu As adalah satu-satunya Kartu Pra bayar yang masa aktif nya tidak bergantung dengan seringnya kamu isi ulang.
Hanya Kartu As satu-satunya kartu pra bayar yang masa aktif nya berdasarkan penggunaan.

Cukup dengan sekali telpon atau SMS atau semua transaksi yang berbayar minimal senilai Rp. 10,- maka Kartu As kamu akan dijamin aktif terus selama 30 hari kedepan.

Mekanisme ini akan berlangsung terus menerus sehingga Kartu As kamu akan bisa aktif SEUMUR HIDUP…!!! Hebat kan.

Untuk kamu yang sudah menjadi pelanggan Kartu As, kamu bisa menikmati program ini sejak tanggal 17 November 2008.
Untuk kamu yang belum menggunakan Kartu As, segeralah bergabung dengan lebih dari 20 juta pelanggan Kartu As lain yang telah menerima semua kemudahan dari Kartu As.

FOREVER KARTU As

FOREVER AKTIFNYA ! 1x untuk seumur hidup
FOREVER MURAHNYA ! Bicara 1 Menit Gratis 1 Menit 24 Jam Non Stop
FOREVER PAKE’NYA ! Buat Nelpon dan SMS-an Sepuasnya

Sumber: Telkomsel

Selengkapnya »»

Senin, 17 November 2008

simPATI Promo

simPATI PeDe…Nelpon Rp.0,5/detik Gak Ada Batas !
Gak Bikin Kantong Bolong, Sinyalnya Gak Bolong-bolong!

Tarif hemat Rp. 0,5/detik yang berlaku ke sesama pelanggan Telkomsel ini bisa terus dinikmati oleh seluruh pelanggan simPATI dengan kualitas dan layanan yang terbaik, mulai tanggal 1 Oktober s.d 30 November 2008, dengan tarif sbb :

Tarif Panggilan ke sesama Telkomsel (Kartu As, KartuHALO & simPATI)

1. Tarif Hemat PeDe : Pukul 00.00 - 05.59 waktu setempat

Rp. 0,5/detik dari detik pertama sampai sepuasnya gak ada batas

2. Tarif PeDe : Pukul 06.00 - 11.59 waktu setempat

Rp. 15/detik untuk 30 detik pertama, selanjutnya Rp. 0,5/detik sampai sepuasnya gak ada batas

3. Tarif PeDe : Pukul 12.00 - 17.59 waktu setempat

Rp. 15/detik untuk 60 detik pertama, selanjutnya Rp. 0,5/detik sampai sepuasnya gak ada batas

4.Tarif PeDe : Pukul 18.00 - 23.59 waktu setempat

Khusus Jawa, Bali dan NTB

Rp. 15/detik untuk 130 detik pertama, selanjutnya Rp. 0,5/detik sampai sepuasnya gak ada batas

Khusus Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua dan NTT

Rp. 15/detik untuk 130 detik pertama, selanjutnya Rp. 0,5/detik sampai menit ke-13. Skema tarif berulang di menit selanjutnya.

Sedangkan untuk Tarif ke operator lainnya, pelanggan simPATI juga terus dapat menikmati Tarif Per Detiknya sebagai berikut :

Tarif Panggilan ke Operator lain

Rp. 25/detik untuk 2 menit pertama, selanjutnya Rp. 0,5/detik sampai menit ke-5. Skema tarif berulang di menit selanjutnya.

Tarif Lokal ke PSTN

Rp. 15/detik untuk 2 menit pertama, selanjutnya Rp. 0,5/detik sampai menit ke-5. Skema tarif berulang di menit selanjutnya.

Tarif Non Lokal ke PSTN

Rp. 35/detik untuk 2 menit pertama, selanjutnya Rp. 0,5/detik sampai menit ke-5. Skema tarif berulang di menit selanjutnya.

Dan terus nikmati juga tarif murah SMS hanya Rp. 100/SMS ke sesama pelanggan Telkomsel dan Rp. 150/SMS ke operator lainnya.

Selengkapnya »»

Minggu, 16 November 2008

Baca Isi Ponsel Orang Lain Via Bluetooth

Sejak lima tahun lalu, fitur Bluetooth menghiasi sebagian besar -ponsel baru. Si gigi biru mengambil alih posisi inframerah yang lebih dahulu eksis. Banyak keuggulan yang ditawarkan Bluetooth. Melalui fasilitas ini, Anda dapat bertukar kartu nama digital, chatting, bertukar file, hingga membuat jaringan pribadi. Semuanya dilakukan secara wireless alias tanpa kabel.


Di samping kemudahan bertukar file, Bluetooth punya kelebihan lain dibanding inframerah. Dua di antaranya ialah kecepatan transfer yang lebih tinggi, dan tak perlu saling berhadapannya perangkat pengirim dan penerima selama transmisi data.

Karena kelebihan-kelebihan inilah kemudian berkembang berbagai aplikasi yang mengandalkan koneksi Bluetooth. Salah satunya adalah Super Bluetooth Hack. Sebagian dari Anda tentu bertanya-tanya mengapa ada kata “Hack” di belakang nama aplikasi. Apakah aplikasi ini merusak?

Tenang saja, aplikasi ini tidak berbahaya untuk ponsel Anda. Sang pembuat membubuhkan kata “Hack” karena aplikasi ini dapat digunakan untuk melihat isi ponsel orang lain melalui Bluetooth. Beberapa kelebihan yang ditawarkan aplikasi ini, Anda bisa melihat informasi ponsel, daftar panggilan, phone book, SMS, kalendar, menjalankan aplikasi, musik, menulis teks, mengunci ponsel, mengganti nada dering, volume, alarm, jam, bahasa, mode ponsel, profil, koneksi, sampai menekan tombol ponsel secara jarak jauh dari ponsel Anda.

Sayang, saat Sinyal mencoba aplikasi ini, ternyata tidak semua ponsel berBluetooth bisa “di-hack” Ponsel-ponsel dengan sekuriti tinggi tidak bisa diakses dengan mudah melalui aplikasi ini.

Contohnya ponsel Linux. Ponsel dengan sistem operasi ini default-nya mematikan fitur Bluetooth. Jika Anda mengaktifkannya dan membuat Visibility-nya dalam mode On, Bluetooth hanya akan bisa dicari oleh perangkat lain dalam 10 menit. Setelah itu secara otomatis ponsel tidak bisa dicari lagi di “udara bebas” Kalaupun bisa terhubung, ponsel juga tidak memberikan akses penuh begitu saja. Itu sebabnya mengapa aplikasi ini praktis tidak bisa digunakan untuk mengoprek ponsel-ponsel tertentu.

Gratis, Mudah
Untuk menggunakan aplikasi unik ini, sangatlah mudah. Setelah mengunduh Super Bluetooth Hack v1.07.jar disini (hanya 106KB), Anda bisa memilih menu Connect dari jendela utama aplikasi.

Setelah itu, Anda bisa memilih perangkat yang ingin diakses dari daftar (jika sebelumnya Anda pernah mengakses perangkat tersebut) atau pilih Inquiry devices untuk mencari perangkat di sekitar Anda yang Bluetooth-nya sedang aktif.

Setelah ditemukan, Anda cukup menekan tombol Connect. Tak lama kemudian, koneksi ke ponsel tujuan akan terbentuk. Anda akan melihat menu-menu yang menawarkan akses penuh ke ponsel tersebut. Pilihlah yang Anda suka. Super Bluetooth Hack akan menggunakan akses yang didapatnya untuk mengeksekusi ponsel “target”.

Dalam menggunakan aplikasi ini Anda mungkin menemui ada beberapa fungsi yang tidak bekerja dengan baik di semua tipe ponsel. Dengan mengaktifkan kotak cek Disable Unsuported Functions pada menu Settings, kemungkinan ini akan berkurang. Sebab, beberapa fitur yang tidak dapat bekerja di ponsel tujuan akan dieliminasi dan tidak ditampilkan pada menu.

Jangan lupa, aturlah menu Saving Files to yang juga terdapat pada menu Settings untuk menentukan di mana Anda ingin menyimpan berbagai file yang didapat dari ponsel tujuan.


TIPS: Agar Anda tidak menjadi “korban” aplikasi ini, pastikan Bluetooth Anda dalam kondisi tidak aktif jika tidak digunakan. Selain akan menghemat batere, aplikasi semacam Super Bluetooth Hack tidak akan bisa mengakses ponsel yang Bluetoothnya mati.

Sumber: Sinyal

Selengkapnya »»